Determinan Pengambilan Kredit Perbankan dan Dampaknya terhadap Kinerja Usahatani Tembakau Virginia di Provinsi Nusa Tenggara Barat
Abstract
Usahatani tembakau Virginia merupakan salah satu kegiatan ekonomi strategis di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) karena kontribusinya yang besar terhadap produksi nasional dan penerimaan negara melalui cukai. Namun, dalam beberapa tahun terakhir produktivitas tembakau Virginia di NTB cenderung menurun. Kondisi ini terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi yang tidak diimbangi dengan kenaikan harga output, sehingga petani menghadapi keterbatasan modal dalam mengoptimalkan penggunaan input produksi. Kredit perbankan berpotensi menjadi sumber pembiayaan eksternal untuk mendukung usahatani tembakau Virginia, tetapi tingkat pemanfaatannya oleh petani masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani tembakau Virginia di Provinsi NTB dalam mengambil kredit perbankan; (2) menganalisis dampak kredit perbankan terhadap efisiensi teknis usahatani tembakau Virginia; dan (3) menganalisis dampak kredit perbankan terhadap keuntungan usahatani tembakau Virginia.
Penelitian ini menggunakan data cross section yang diperoleh melalui wawancara terhadap petani tembakau Virginia di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah pada musim tanam 2024. Dari keseluruhan responden yang berhasil diwawancarai, analisis pada penelitian ini secara khusus menggunakan 117 petani, yang terdiri atas 72 petani pengguna kredit perbankan dan 45 petani yang tidak menggunakan kredit. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam mengambil kredit perbankan dilakukan menggunakan regresi logistik. Analisis fungsi produksi dan efisiensi teknis usahatani dilakukan dengan pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA). Selanjutnya, dampak kredit perbankan terhadap efisiensi teknis dan keuntungan usahatani dianalisis menggunakan metode Propensity Score Matching (PSM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan petani tembakau Virginia dalam mengambil kredit perbankan secara nyata dipengaruhi oleh umur, jumlah tanggungan, total biaya, status keanggotaan kelompok tani, dan status kepemilikan lahan. Hasil analisis PSM menunjukkan bahwa kredit perbankan memiliki pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap tingkat efisiensi teknis usahatani tembakau Virginia di Provinsi NTB. Sementara itu, kredit perbankan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keuntungan krosok usahatani tembakau Virginia di Provinsi NTB. Hal ini mengindikasikan bahwa akses kredit perbankan mampu mendukung optimalisasi penggunaan input dan meningkatkan kinerja ekonomi usahatani.
Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya peningkatan akses petani tembakau Virginia terhadap kredit perbankan melalui penyederhanaan prosedur, peningkatan literasi keuangan, serta pendampingan teknis agar pemanfaatan kredit lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi dan keuntungan usahatani tembakau Virginia di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Collections
- MT - Economic and Management [3229]
