View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Arahan Pemanfaatan Lahan Berbasis Kemampuan Lahan dan Kebutuhan Lahan Terbangun di Wilayah Perencanaan Kota Baru Telaga, Provinsi Gorontalo

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (523.8Kb)
      Fulltext (3.744Mb)
      Lampiran (2.206Mb)
      Date
      2026
      Author
      Gani, Regita Chahyani Abdul
      Munibah, Khursatul
      Pravitasari, Andrea Emma
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kesenjangan wilayah merupakan permasalahan pembangunan yang ditandai oleh ketimpangan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, sosial, dan lingkungan antarwilayah, yang umumnya dipicu oleh konsentrasi pembangunan di kawasan perkotaan. Provinsi Gorontalo termasuk wilayah dengan tingkat ketimpangan dan kerentanan banjir yang relatif tinggi, sehingga mendorong pemerintah daerah mengusulkan pembentukan beberapa Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan efektivitas pelayanan publik. Salah satu wilayah yang diusulkan sebagai DOB adalah Wilayah Perencanaan (WP) Kota Telaga yang direncanakan sebagai kawasan perkotaan dan berbatasan langsung dengan Kota Gorontalo sebagai ibukota provinsi. Dari perspektif perencanaan wilayah, kedekatan ini berpotensi menimbulkan tumpang tindih fungsi dan konsentrasi pembangunan, meskipun dari sisi politik dan kesiapan wilayah, kondisi tersebut dinilai meningkatkan peluang keberhasilan pemekaran. WP Kota Telaga sendiri menunjukkan potensi perkembangan yang kuat, ditandai oleh laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Kabupaten Gorontalo, kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, serta dukungan kebijakan RTRW Provinsi Gorontalo tahun 2024–2043 dalam pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas. Namun, pengembangan kota baru di wilayah peri urban mendorong peningkatan kebutuhan ruang terbangun dan memicu perubahan penggunaan/tutupan lahan yang signifikan. Dalam konteks ini, pemahaman terhadap kemampuan lahan menjadi krusial untuk menghindari ketidaksesuaian pemanfaatan ruang yang dapat memicu degradasi lingkungan dan peningkatan risiko bencana. Oleh karena itu, WP Kota Telaga memerlukan perencanaan pemanfaatan lahan yang mempertimbangkan kemampuan lahan dan kebutuhan lahan terbangun secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis penggunaan/tutupan lahan tahun 2013, 2018, dan 2023; (2) menganalisis ketersediaan lahan untuk pengembangan kawasan terbangun berdasarkan jenis penggunaan/tutupan lahan, kemampuan lahan dan pola ruang; (3) memprediksi kebutuhan lahan terbangun tahun 2028 dan 2033; (4) memprediksi penggunaan/tutupan lahan 2028 dan 2033; dan (5) menyusun arahan pemanfaatan lahan berbasis kemampuan lahan dan kebutuhan lahan terbangun di WP Kota Telaga tahun 2028 dan 2033. Metode yang digunakan diantaranya: (1) penggunaan/tutupan lahan tahun 2013, 2018, dan 2023 dianalisis dari citra SPOT 6/7 melalui proses interpretasi visual dan pengujian akurasi menggunakan persamaan overall accuracy dan kappa accuracy; (2) ketersediaan lahan untuk pengembangan kawasan terbangun dianalisis menggunakan sistem evaluasi lahan berdasarkan karakteristik dan kriteria kemampuan lahan, jenis penggunaan/tutupan lahan, dan pola ruang dengan teknik overlay dan matching; (3) prediksi kebutuhan lahan terbangun dianalisis menggunakan persamaan matematis dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, kebutuhan hunian, sarana, dan prasarana; dan (4) prediksi penggunaan/tutupan lahan dianalisis menggunakan model Cellular Automata-Artificial Neural Networks (CA-AN) melalui plugin Modules for Land Use Change Evaluation (MOLUSCE). ANN mempelajari hubungan nonlinier antara perubahan lahan historis dan faktor pendorong guna menghasilkan peta potensi transisi atau probabilitas. CA menggunakan peta potensi tersebut melalui aturan ketetanggaan untuk mensimulasikan dinamika perubahan secara ruang dan waktu. Model ini digunakan untuk membangun 2 (dua) skenario, yaitu skenario Business as Usual (BAU) dan skenario pemenuhan kebutuhan lahan terbangun pada lahan rekomendasi. Skenario pemenuhan kebutuhan lahan terbangun pada lahan rekomendasi dijadikan rujukan untuk arahan pemanfaatan lahan. Hasil analisis menunjukkan penggunaan/tutupan lahan WP Kota Telaga dapat diinterpretasikan sebanyak 14 jenis dengan nilai kappa accuracy rata-rata > 90%. Pola perubahan signifikan yang ditunjukkan adalah peningkatan lahan terbangun yang direpresentasikan oleh jenis penggunaan/tutupan lahan bangunan permukiman/campuran. Lahan pertanian dan lahan terbuka menjadi sumber utama terkonversi menjadi lahan terbangun. Berdasarkan analisis ketersediaan lahan untuk pengembangan kawasan terbangun, WP Kota Telaga memiliki ketersediaan lahan sebesar 1.272,64 ha yang terklasifikasi sebagai lahan potensial 10,54%, lahan alternatif 1 (satu) 76,37%, lahan alternatif 2 (dua) 2,43%, dan lahan alternatif 3 (tiga) 10,66%. Klasifikasi ketersediaan lahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda diantaranya: (1) lahan potensial adalah lahan yang paling direkomendasikan, namun terbatas luasannya; (2) lahan alternatif 1 (satu) merupakan lahan yang potensial dari aspek kemampuan lahan dan sesuai dengan perizinan pola ruang RTRW, namun masih berfungsi sebagai lahan pertanian non irigasi; (3) lahan alternatif 2 (dua) merupakan lahan yang potensial dari aspek penggunaan/tutupan lahan dan sesuai dengan perizinan pola ruang RTRW, namun termasuk dalam kelas kemampuan lahan IV; dan (4) lahan alternatif 3 (tiga) merupakan lahan yang sesuai dengan perizinan pola ruang RTRW, namun berupa lahan pertanian non irigasi yang berada pada kelas kemampuan lahan IV. Berdasarkan hasil prediksi, kebutuhan lahan terbangun meningkat dari 431,47 ha pada tahun 2028 menjadi 469,69 ha pada tahun 2033, yang mencerminkan meningkatnya tekanan pengembangan kawasan terbangun akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan. Kenaikan terutama didorong oleh kebutuhan lahan hunian dan sarana. Hasil prediksi penggunaan/tutupan lahan skenario Business as Usual (BAU) menunjukkan hasil yang tidak dapat memenuhi kebutuhan lahan terbangun pada tahun 2028 dan 2033. Oleh karena itu, dilakukan prediksi penggunaan/tutupan lahan skenario pemenuhan kebutuhan lahan terbangun pada lahan yang direkomendasikan. Pada proses prediksi ini lahan potensial dan alternatif 1 (satu) dijadikan variabel sebagai lahan yang dapat terkonversi menjadi lahan terbangun. Hasil prediksi skenario pemenuhan lahan terbangun pada lahan yang direkomendasikan mampu memenuhi kebutuhan lahan terbangun tahun 2028 dan 2033, namun terdistribusi ke berbagai jenis ketersediaan lahan alternatif hingga lahan yang tidak direkomendasikan. Oleh karena itu, pemanfaatan skenario ini perlu disertai ketentuan khusus berdasarkan karakteristik masing-masing lahan alternatif dan penguatan kebijakan pada lahan yang tidak direkomendasikan
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172560
      Collections
      • MT - Agriculture [4039]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository