View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Pengelolaan Terpadu Kepiting Bakau Dan Mangrove Berkelanjutan Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (417.9Kb)
      Fulltext (3.011Mb)
      Lampiran (634.6Kb)
      Date
      2026
      Author
      Fauzan, Fatih Ahmad
      Yulianto, Gatot
      Sapanli, Kastana
      Kurniawan, Fery
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengelolaan berkelanjutan yang mengintegrasikan ekosistem mangrove dan perikanan kepiting bakau (Scylla spp.) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pendekatan penelitian mengombinasikan analisis spasial kesesuaian habitat dengan analisis bioekonomi dan penilaian keberlanjutan untuk memahami keterkaitan antara kualitas habitat mangrove dan kinerja perikanan kepiting bakau. Analisis kesesuaian habitat dilakukan berdasarkan parameter lingkungan utama, termasuk salinitas dan suhu perairan, guna mengidentifikasi tingkat dukungan ekosistem mangrove terhadap keberadaan kepiting bakau. Selain itu, data deret waktu periode 2013 sampai dengan 2024 dianalisis dengan menggunakan regresi untuk mengestimasi parameter biologi dan ekonomi, sedangkan Analisis Keberlanjutan Multi-Aspek (MSA) digunakan untuk mengevaluasi dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial-kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan mangrove berada pada kelas kesesuaian habitat sangat sesuai dan sesuai, yang mencerminkan kondisi lingkungan perairan yang secara umum masih mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau. Peningkatan luasan mangrove berpotensi meningkatkan produksi kepiting bakau sebesar 36,2 ton serta meningkatkan pendapatan tahunan hingga Rp2,83 miliar. Nilai indeks keberlanjutan sebesar 63,49% mengindikasikan kondisi cukup berkelanjutan, dengan dimensi ekonomi menunjukkan kinerja terbaik, sedangkan aspek sosial-kelembagaan masih memerlukan penguatan. Hasil simulasi skenario menunjukkan bahwa intervensi pengelolaan secara bertahap, seperti peningkatan kualitas habitat mangrove, pembatasan area penangkapan, dan penguatan kelembagaan, berpotensi meningkatkan tingkat keberlanjutan secara signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem dan integrasi kebijakan lintas sektor untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang sumber daya kepiting bakau.
       
      This study aims to formulate a sustainable management strategy that integrates mangrove ecosystems and the mud crab (Scylla spp.) fishery in the Bangka Belitung Islands Province. The research approach combines spatial analysis of habitat suitability with bioeconomic analysis and sustainability assessment to understand the link between mangrove habitat quality and mud crab fishery performance. Habitat suitability analysis was conducted based on key environmental parameters, including water salinity and temperature, to identify the level of support the mangrove ecosystem provides for mud crab survival. Time series data from 2013 to 2024 were also analyzed using regression to estimate biological and economic parameters, while a Multi-Aspect Sustainability Analysis (MSA) evaluated ecological, economic, and socio-institutional dimensions. The results indicate that the majority of mangrove areas fall into the highly suitable and suitable habitat suitability classes, reflecting aquatic environmental conditions that generally still support the growth and survival of mud crabs. Increasing mangrove area could increase mud crab production by 36.2 metric tons and increase annual revenue by up to IDR 2.83 billion. A sustainability index value of 63.49% indicates a moderately sustainable condition, with the economic dimension performing best, while the socio-institutional aspect still requires strengthening. Scenario simulation results suggest that gradual management interventions, such as improving mangrove habitat quality, limiting fishing areas, and strengthening institutions, could significantly increase sustainability levels. These findings emphasize the importance of implementing ecosystem-based fisheries management and integrating cross-sectoral policies to ensure the long-term sustainability of mangrove crab resources.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172500
      Collections
      • MT - Economic and Management [3229]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository