Analisis Pemetaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Kinerja Rantai Pasok Pada Kebun Bangelan Kabupaten Malang
Abstract
Teknologi informasi dan komunikasi dalam kinerja rantai pasok merupakan
langkah krusial bagi Kebun Bangelan yang di dalamnya terdapat manajemen rantai
pasok dengan berbagi informasi berkualitas dan kolaborasi pada pihak rantai pasok
yang yang bertujuan untuk mendapatkan proses hasil produk dengan maksimal.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membantu banyak hal dalam
rantai pasok perkebunan. Namun, teknologi informasi dan komunikasi perkebunan
di pedesaan masih tertinggal jauh seperti fasilitas teknologi informasi, sumber daya
yang dimiliki perkebunan, hingga manajemen rantai pasok.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik karyawan Kebun
Bangelan, menganalisis persepsi karyawan mengenai teknologi informasi dan
komunikasi, berbagi informasi berkualitas, kolaborasi rantai pasok, dan kinerja
rantai pasok, menganalisis hubungan antara teknologi informasi dan komunikasi
pada berbagi informasi berkualitas, kolaborasi rantai pasok, dan kinerja rantai
pasok. Penelitian dilakukan di PTPN I Regional 5 Kebun Bangelan, Desa Bangelan,
Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan
pendekatan kuantiatif melalui penyebaran kuesioner skala likert sebanyak 25
karyawan dan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam
terhadap 4 responden, yaitu manajer, karyawan kantor afdeling kantor kebun,
karyawan kantor afdeling kantor pabrik, dan mandor di Kebun Bangelan dalam
memproduksi biji kopi. Data dianalisis menggunakan SPSS Versi 26 melalui uji
validitas, uji reliabilitas, uji analisis deskriptif variabel, dan uji korelasi.
Hasil pada penelitian yaitu seluruh karyawan berjenis kelamin laki-laki, rata
rata usia 31-40 tahun, mayoritas berpendidikan menengah atas (SMA/SLTA), masa
kerja karyawan selama 16-20 tahun, dan karyawan bekerja menggunakan komputer
selama 6-8 jam/hari selama 5-6 hari. Hasil pada SPSS Versi 26 bahwa persepsi
seluruh karyawan Kebun Bangelan sebanyak 25 karyawan mengenai teknologi
informasi dan informasi adalah sebesar 74% dengan arti karyawan membutuhkan
teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang pekerjaan produktivitas biji
kopi dengan mudah. Persepi karyawan Kebun Bangelan mengenai berbagi
informasi berkualitas sebesar 86,2% yang artinya seluruh karyawan membutuhkan
informasi yang tepat waktu, akurat, dan terbaru. Persepi karyawan Kebun Bangelan
mengenai kolaborasi rantai pasok sebesar 76,7% yang artinya Kebun Bangelan
bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik bersama mitra bisnis atau vendor
vendor mengenai bahan baku, pengambilan keputusan, dan permintaan produk dan
yang terakhir. persepi karyawan Kebun Bangelan mengenai kinerja rantai pasok
sebesar 74,6% yang artinya karyawan Kebun Bangelan mencapai tingkat produksi,
pengiriman barang, dan menghasilkan kualitas biji kopi dengan baik. Setelah
melakukan uji desriptif mengenai persepi karyawan Kebun Bangelan, dilanjutkan
dengan uji korelasi untuk mengetahui hubungan variabel dengan variabel lainnya.
Hasil uji korelasi teknologi informasi dan komunikasi dan berbagi informasi
berkualitas sebesar 0,682 yang artinya teknologi informasi dan komunikasi mampu
menghasilkan dan menyebarkan informasi-informasi berkualitas. Hasil uji korelasi
teknologi informasi dan kinerja rantai pasok sebesar 0,750 yang artinya
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi mampu meningkatkan
produktivitas biji kopi untuk mencatat dan mengolah data hasil produksi biji kopi.
Hasil uji korelasi teknologi informasi dan komunikasi dan kolaborasi rantai pasok
sebesar 0,653 yang artinya teknologi informasi dan komunikasi mampu membawa
karyawan untuk bekerjasama dan berkolaborasi kepada mitra dan vendor Kebun
Bangelan.
Kata Kunci: Berbagi Informasi Berkualitas, Kinerja Rantai Pasok, Kolaborasi
Rantai Pasok, Teknologi Informasi dan Komunikasi
Collections
- MT - Economic and Management [3229]
