Show simple item record

dc.contributor.advisorHardjomidjojo, Hartrisari
dc.contributor.advisorRaharja, Sapta
dc.contributor.authorSari, Anum Syantining
dc.date.accessioned2026-01-30T09:00:55Z
dc.date.available2026-01-30T09:00:55Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172417
dc.description.abstractDi negara-negara maju maupun di negara-negara yang sedang berkembang, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian nasional dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekspor dan sebagai subkontraktor yang menyediakan berbagai input bagi usaha yang berskala besar. Salah satu akar permasalahan yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan permodalan, keterbatasan kemampuan mengakses informasi pasar, keterbatasan jangkauan pasar, keterbatasan jejaring kerja, keterbatasan mendapatkan tempat usaha yang strategis dalam upaya untuk mengoptimalkan produktivitas dan peningkatan daya saing. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka UMKM mengalami kesulitan bila tidak memperoleh bantuan dan fasilitas dari berbagai pihak terutama pemerintah dan pihak swasta. Permodalan UMKM dari pemerintah secara garis besar ada 4 (empat) jenis, yakni Bansos (CSR), pembiayaan Ultra Mikro (Umi), pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan komersial. Setelah mendapat bantuan permodalan baik dari pemerintah maupun swasta, kendala yang dihadapi UMKM selanjutnya adalah ketika UMKM ingin meningkatkan diri atau naik kelas. Meskipun UMKM sudah mendapatkan pembiayaan KUR, namun mereka masih menghadapi kendala untuk naik kelas. Pemberian fasilitas diharapkan mampu meningkatkan kinerja usaha UMKM tersebut. Dengan kinerja usaha yang meningkat diharapkan UMKM tersebut dapat naik kelas. Pemberian fasilitas pembiayaan KUR Bank Syariah Indonesia dapat dilakukan dengan melihat faktor-faktor yang berpengaruh terhadapa kinerja usaha UMKM. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja usaha UMKM salah satunya adalah faktor literasi keuangan dan inklusi keuangan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja usaha UMKM yang sudah mendapatkan fasilitas pembiayaan KUR dan menentukan strategi peningkatan kelas UMKM melalui optimalisasi pemanfaatan pembiayaan KUR Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bogor. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara dengan 113 UMKM yang sudah menerima pembiayaan KUR dari Bank Syariah Indonesia yang berada di Area Bogor, dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini secara garis besar menggunakan analisis statistic yang terdiri dari statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Adapun analisis regresi berganda terdiri dari uji asumsi klasik yang terdiri dari beberapa uji, model regresi, koefisien determinasi (R²) dan uji hipotesis (uji t dan F). Untuk peningkatan strategi menggunakan metode matriks internal factor evaluation (IFE) dan external factor evaluation (EFE). Untuk mendapatkan alternatif strategi dengan menggunakan analisa SWOT. Sedangkan penentuan prioritas alternatif strategi menggunakan matriks quantitative strategic planning (QSP). Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan: Pertama, Inklusi keuangan memiliki pengaruh yang lebih besar dari literasi keuangan dalam meningkatkan kinerja usaha. Kedua, strategi yang digunakan baik strategi internal maupun startegi eksternal berada pada posisi kuadran I dengan strategi grow and build (tumbuh dan membangun). Startegi pada kuadran I yang dapat diterapkan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Ketiga, hasil analisis QSP diperoleh hasil 3 (tiga) strategi tertinggi yang paling mempengaruhi UMKM naik kelas setelah mendapatkan pembiayaan KUR Bank Syariah Indonesia Area Bogor adalah melakukan peningkatan inklusi keuangan kepada nasabah dengan memberikan kemudahan dalam mengakses layanan perbankan baik dana maupun pembiayaan, meningkatkan reputasi dan peran KUR dalam menaikkan UMKM yang unbankable menjadi UMKM yang naik kelas dan melakukan peningkatan literasi keuangan kepada nasabah untuk bertransaksi di rekening bank BSI termasuk transaksi digital.
dc.description.abstractIn both developed and developing countries, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in national economic development. MSMEs contribute to export growth and serve as subcontractors that provide various inputs for large-scale industries. One of the fundamental problems faced by MSMEs is limited capital, limited access to market information, limited market reach, limited business networks, and limited access to strategic business locations, all of which hinder efforts to optimize productivity and enhance competitiveness. Due to these challenges, MSMEs encounter difficulties when they do not receive assistance or facilities from various stakeholders, particularly the government and private sector. MSME financing provided by the government generally consists of four types: social assistance (CSR), Ultra Micro financing (UMi), People's Business Credit (KUR), and commercial financing. After receiving capital assistance from either the government or the private sector, MSMEs still face additional constraints when attempting to scale up or “move up the class.” Although MSMEs may have received KUR financing, many still encounter obstacles in elevating their business category. The provision of such facilities is expected to improve business performance, which in turn should enable MSMEs to upgrade their business class. The provision of KUR financing by Bank Syariah Indonesia requires an understanding of the factors influencing MSME performance. Among these factors are financial literacy and financial inclusion. Therefore, this study aims to examine the influence of financial literacy and financial inclusion on the business performance of MSMEs that have received KUR financing, and to formulate strategies for upgrading MSMEs through the optimization of KUR utilization at Bank Syariah Indonesia (BSI) in the Bogor Area. Data were collected through questionnaires and interviews with 113 MSMEs that have received KUR financing from Bank Syariah Indonesia in the Bogor Area, using purposive sampling. The analytical methods used in this study include both qualitative and quantitative descriptive analysis. In general, the study employs statistical analysis consisting of descriptive statistics and inferential statistics. The inferential statistical analysis uses multiple regression analysis. This includes classical assumption tests, regression model estimation, coefficient of determination (R²), and hypothesis testing (t-test and F-test). Strategy development uses the Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrices, while strategy prioritization is conducted using the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The result of the study indicated the following: First, financial inclusion has a greater influence than financial literacy in improving business performance. Second, both internal and external strategies fall within Quadrant I, corresponding to a grow and build strategy. The applicable strategic options within Quadrant I include market penetration, market development and product development. Third, the QSPM analysis identifies three top-priority strategies that most significantly support MSMEs in upgrading their business class after receiving KUR financing from Bank Syariah Indonesia in the Bogor Area: (1) enhancing financial inclusion by providing easier access to banking services, both savings and financing. (2) improving the reputation and role of KUR in assisting unbankable MSMEs to become bankable and move up in business class. (3) increasing financial literacy among customers to encourage the use of BSI bank accounts for transactions, including digital transactions.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Untuk Menaikkan Kelas UMKM Dengan Menggunakan Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia Area Bogorid
dc.title.alternativeStrategies for Upgrading MSMEs Through the Optimization of KUR Financing Utilization at Bank Syariah Indonesia in the Bogor Area.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordInklusi Keuanganid
dc.subject.keywordKURid
dc.subject.keywordPermodalanid
dc.subject.keywordQSPMid
dc.subject.keywordUMKMid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record