| dc.contributor.advisor | Mulyanto, Budi | |
| dc.contributor.advisor | Suryaningtyas, R.A. Dyah Tjahyandari | |
| dc.contributor.author | winata, dudy gilang | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-23T09:27:04Z | |
| dc.date.available | 2026-01-23T09:27:04Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172306 | |
| dc.description.abstract | Kepentingan ekonomi versus kepentingan lingkungan sektor pertambangan menyebabkan konflik berkepanjangan dan melahirkan dikotomi di masyarakat, antara yang pro dan kontra. Aktivitas pertambangan timah menyebabkan terjadinya degradasi lahan. Sumberdaya alam timah merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Arahan dan strategi pengembangan wilayah pascatambang dalam pemanfaatan dan pengelolaan perlu memperhatikan status Kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren tutupan lahan, mengevaluasi pemanfaatan wilayah, serta merumuskan arahan dan strategi pengembangan wilayah pascatambang timah di Kabupaten Bangka Tengah.
Penelitian dilaksanakan pada Februari 2024 hingga Juli 2025 di wilayah izin usaha pertambangan timah di Kabupaten Bangka Tengah dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan spasial. Citra Landsat-OLI 8 tahun 2014, 2018, dan 2022 diklasifikasikan menggunakan metode Maximum Likelihood Classification (MLC). Evaluasi pola ruang dibangun dari tahapan tumpang susun antara klasifikasi tutupan lahan dengan peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bangka Tengah tahun 2011-2031. Terakhir, arahan dan strategi pengembangan wilayah disusun melalui analisis deskriptif kualitatif berdasarkan zona peruntukan kawasan yang diatur dalam RTRW Kabupaten Bangka Tengah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lahan pascatambang timah di Kabupaten Bangka Tengah tahun 2022 seluas 343,90 ha adalah kolong atau lubang bekas tambang dan lahan pascatambang seluas 4.720,23 ha dari total wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT. Timah seluas 17.232,96 Ha. Tren perubahan tutupan lahan dipengaruhi oleh fluktuasi harga timah dunia. Keberhasilan reklamasi dilihat dari tren tutupan lahan pascatambang. Uji akurasi klasifikasi citra satelit menunjukkan nilai akurasi kuat pada tahun 2014 (93,8%), 2018 (92,75%), dan 2022 (94,7%), berdasarkan evaluasi pemanfaatan wilayah pertambangan timah menemukan ketidakselarasan tutupan lahan terhadap RTRW Kabupaten Bangka Tengah sebesar 74% pada kawasan konservasi, hutan produksi, dan pertanian.
Arahan pengembangan wilayah pascatambang timah harus memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Daerah prioritas pengembangan wilayah adalah Kecamatan Sungai Selan, Kecamatan Simpang Katis, Kecamatan Pangkalan Baru dan Kecamatan Namang. Strategi pengembangan wilayah pascatambang timah melalui persiapan teknis area seperti penataan lahan dan pengelolaan kolong, kegiatan budidaya tanaman kategori hutan produksi, konservasi, dan pertanian (horti/pangan dan perkebunan), serta ekstensifikasi lahan melalui perencanaan tata ruang, pemilihan jenis pemanfaatan lahan, penerapan teknologi dan partisipasi masyarakat dapat dilakukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bangka Tengah. | |
| dc.description.abstract | Economic interests versus environmental interests in the mining sector have caused prolonged conflict and created a dichotomy in society between those who are for and against mining. Tin mining activities have caused land degradation. Tin is a non-renewable natural resource. Guidelines and strategies for post-mining area development in utilization and management take into account the status of the area. This study aims to analyze land cover trends, evaluate area utilization, and formulate guidelines and strategies for post-mining area development in Central Bangka Regency.
The research was conducted from February 2024 to July 2025 in the tin mining concession area of Central Bangka Regency using remote sensing and spatial data. Landsat-OLI 8 images from 2014, 2018, and 2022 were classified using the Maximum Likelihood Classification (MLC) method. Spatial pattern evaluation was constructed from the overlay between land cover classification and the 2011–2031 Bangka Tengah Regency Spatial Plan (RTRW) map. Finally, regional development directions and strategies were formulated through qualitative descriptive analysis based on the zoning regulations stipulated in the Bangka Tengah Regency RTRW.
The results of the study show that a positive trend occurred between 2014 and 2018, marked by a decrease in post-mining land area of 949.19 ha. A negative trend occurred from 2018 to 2022 with an increase in post-mining land area of 2117.29 ha. Satellite image classification accuracy tests showed strong accuracy values in 2014 (93.8%), 2018 (92.75%), and 2022 (94.7%), while an evaluation of tin mining area utilization found a 74% mismatch between land cover and the Bangka Tengah Regency Spatial Plan (RTRW) in conservation, production forest, and agricultural areas.
Post-mining tin area development guidelines must take into account social, environmental, and economic aspects. Priority areas for development are Sungai Selan District, Simpang Katis District, Pangkalan Baru District, and Namang District. Strategies for developing post-tin mining areas through technical preparations such as land use planning and pit management, cultivation of production forest, conservation, and agricultural (horticulture/food crop and plantation) crops, as well as land extensification through spatial planning, land use selection, technology application, and community participation can be implemented to support sustainable development in Central Bangka Regency. | |
| dc.description.sponsorship | Mandiri | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Arahan dan Strategi Pengembangan Wilayah Pascatambang Timah di Kabupaten Bangka Tengah | id |
| dc.title.alternative | Guidelines and Strategies for Post-Mining Development in Central Bangka Regency | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | analisis tingkat keselarasan | id |
| dc.subject.keyword | Izin Usaha Pertambangan | id |
| dc.subject.keyword | kolong | id |
| dc.subject.keyword | pertambangan timah | id |
| dc.subject.keyword | perubahan tutupan lahan | id |