Kelimpahan Populasi Kutu Putih (Hemiptera: Pseudococcidae) pada Tanaman Singkong dan Interaksinya dengan Cendawan Entomophthorales
Abstract
Produksi singkong dalam lima tahun terakhir, mengalami penurunan yang salah satunya karena kehadiran dua hama baru, yaitu kutu putih pepaya, Paracoccus marginatus dan kutu putih singkong, Phenacoccus manihoti (Hemiptera: Pseudococcidae). Salah satu strategi pengendalian yang dapat digunakan dalam mengatasi kutu putih, yaitu pemanfaatan cendawan entomopatogen yang sudah tersedia di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies kutu putih yang menyerang tanaman singkong berdasarkan morfologi lilinnya semasa hidup, kelimpahan populasi kutu putih, dan interaksinya dengan cendawan entomophthorales yang menginfeksi kutu putih pada pertanaman singkong di Pasirlaja dan Rancabungur, Bogor. Peubah pengamatan meliputi populasi kutu putih setiap 3-4 hari sekali selama delapan kali dan intensitas serangan cendawan entomophthorales pada kutu putih. Selama penelitian, ditemukan empat spesies kutu putih yang menginfestasi tanaman singkong, yaitu Pa. marginatus, Ph. manihoti, Ferrisia virgata, dan Pseudococcus jackbeardsleyi. Spesies Pa. marginatus dan Ph. manihoti merupakan dua spesies dengan jumlah yang lebih tinggi. Kutu Pa. marginatus memiliki populasi lebih tinggi dibandingkan dengan Ph. manihoti, baik di Pasirlaja maupun Rancabungur. Hasil penelitian mengindikasikan faktor suhu dan kelembapan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kelimpahan populasi Pa. marginatus. Sementara, kelimpahan Ph. manihoti tidak menunjukkan adanya pengaruh oleh faktor cuaca. Cendawan yang menginfeksi kutu putih Pa. marginatus teridentifikasi sebagai Neozygites fumosa, dengan persentase tingkat infeksi yang tinggi pada kedua lokasi penelitian. Fase N. fumosa yang ditemukan adalah badan hifa, konidia primer dan resting spore, sedangkan konidia sekunder dan cendawan sekunder tidak ditemukan.
Collections
- MT - Agriculture [4039]
