Respons Pertumbuhan Kopsia (Kopsia arborea Blume) terhadap Perlakuan Fungi Mikoriza Arbuskula dan Mikrob Rizosfer
View/ Open
Date
2026Author
Ridwan, Muhammad
Wulandari, Arum Sekar
Istikorini, Yunik
Metadata
Show full item recordAbstract
Kopsia arborea Blume (kopsia) berasal dari famili Apocynaceae. Tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin yang bermanfaat untuk bahan baku obat. Selain sebagai bahan baku obat, tanaman kopsia juga dapat digunakan sebagai pohon peneduh. Penelitian mengenai tanaman kopsia sebagai bahan baku obat sudah banyak dilakukan, namun penelitian mengenai budidaya kopsia saat ini masih belum banyak dilakukan. Kopsia dapat diperbanyak dengan menggunakan benih. Benih kopsia termasuk benih poliembrioni. Perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit dapat ditingkatkan dengan pemberian mikrob.
Aplikasi mikrob berupa fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan mikrob rizosfer (Trichoderma sp., Bacillus sp., Pseudomonas sp. dan Azospirillum sp.) dapat digunakan pada budidaya kopsia. Penelitian ini bertujuan 1) mengevaluasi pengaruh bahan generatif dan aplikasi mikrob rizosfer terhadap perkecambahan benih kopsia, (2) mengevaluasi pengaruh aplikasi FMA dan mikrob rizosfer terhadap pertumbuhan bibit kopsia. Penelitian ini terdiri atas 2 topik, yaitu: (1) respons perkecambahan benih kopsia yang diberikan perlakuan mikrob rizosfer, dan (2) respons pertumbuhan bibit kopsia terhadap perlakuan fungi mikoriza arbuskula dan mikrob rizosfer.
Penelitian topik 1 menginformasikan terkait pengaruh perkecambahan benih kopsia yang diberikan perlakuan mikrob rizosfer menggunakan buah dan bagian embrio kopsia. Bahan generatif kopsia setelah dilakukan pengamatan selama 2 bulan memberikan pengaruh nyata terhadap perkecambahan pada daya kecambah, rata-rata hari berkecambah, laju perkecambahan, berat basah, berat kering, dan nisbah pucuk akar tanaman. Aplikasi mikrob rizosfer memberikan pengaruh nyata terhadap perkecambahan pada daya kecambah, rata-rata hari berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, dan panjang kecambah. Perkecambahan tanaman kopsia yang menggunakan bahan generatif buah utuh membutuhkan dukungan mikrob rizosfer untuk mempercepat proses pertumbuhan. Sebaliknya, jika bahan generatif yang digunakan berasal dari embrio, maka aplikasi mikrob tidak lagi menjadi kebutuhan dalam proses tersebut.
Penelitian topik 2 menggunakan bibit kopsia hasil penelitian topik 1 menginformasikan terkait pengaruh aplikasi FMA dan mikrob rizosfer terhadap pertumbuhan bibit kopsia. Aplikasi FMA berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kopsia pada peubah (tinggi, diameter, berat basah pucuk, berat basah akar, berat kering akar, berat basah total, berat kering total, kolonisasi mikoriza, dan populasi mikrob (Pseudomonas sp., dan Trichoderma sp). Aplikasi mikrob rizosfer tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan tetapi tetap memberikan pengaruh nyata pada populasi mikrob Bacillus sp., Pseudomonas sp., dan Trichoderma sp., terhadap pertumbuhan bibit kopsia. Terjadi interaksi antar kedua perlakuan pada nilai berat basah akar terhadap pertumbuhan bibit kopsia.
Collections
- MT - Forestry [1541]

