Pengembangan Pendidikan Konservasi di Madrasah Aliyah Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Bogor
Abstract
Pondok pesantren memiliki potensi strategis sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya membentuk karakter dan spiritualitas, tetapi juga kesadaran lingkungan. Lingkungan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining memiliki sumber daya alam yang beragam, meliputi tumbuhan, satwa, dan bentang alam yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Pemanfaatan potensi tersebut dalam pembelajaran formal belum terintegrasi secara sistematis, sehingga pendidikan konservasi masih berjalan secara parsial dan bergantung pada inisiatif kegiatan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rancangan pendidikan konservasi berbasis potensi sumber daya alam pesantren yang terintegrasi melalui jalur intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode pengembangan (research and development) yang mengadaptasi model ADDIE pada tahap analisis, perancangan, dan pengembangan. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen kurikulum, survei pengetahuan, persepsi, dan preferensi guru, wawancara, observasi lapangan, serta pemetaan potensi sumber daya alam pesantren. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi kesenjangan antara potensi lingkungan dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pendidikan konservasi dan cenderung memilih metode pembelajaran berbasis praktik langsung dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran.
Hasil pengembangan berupa rancangan pendidikan konservasi yang disusun dalam bentuk matriks program intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Jalur intrakurikuler difokuskan pada integrasi materi konservasi ke dalam mata pelajaran yang relevan tanpa menambah beban kurikulum. Jalur kokurikuler dikembangkan sebagai penguatan pembelajaran melalui kegiatan kepramukaan dan aktivitas luar kelas berbasis lingkungan. Jalur ekstrakurikuler diarahkan pada pembentukan kepemimpinan dan aksi konservasi peserta didik melalui kegiatan berbasis pengalaman. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pendidikan konservasi yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Collections
- MT - Forestry [1541]

