Analisis Mitigasi Risiko Rantai Pasok Buah Stroberi di Kabupaten Bandung
Date
2026Author
Resphaty, Dika Puji
Mulyati, Heti
Slamet, Alim Setiawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Rantai pasok stroberi di Kabupaten Bandung melibatkan berbagai pelaku, mulai dari petani, pengepul, hingga pedagang di pasar modern dan tradisional. Karakteristik stroberi yang mudah rusak dan memiliki umur simpan pendek menyebabkan tingginya risiko pada setiap tahapan rantai pasok, khususnya pada aspek produksi, pascapanen, distribusi, dan pemasaran. Risiko tersebut diperparah oleh ketergantungan pada kondisi cuaca, fluktuasi harga, serta lemahnya koordinasi antar pelaku rantai pasok, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian dan menurunkan keberlanjutan usaha.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan aliran rantai pasok stroberi di Kabupaten Bandung, mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko utama yang terjadi, serta merumuskan strategi mitigasi risiko yang efektif dan berkelanjutan. Pendekatan penelitian dilakukan secara sistematis untuk menghasilkan rekomendasi mitigasi yang aplikatif bagi pelaku rantai pasok.
Metode penelitian menggunakan pendekatan House of Risk (HOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). HOR Fase 1 digunakan untuk mengidentifikasi kejadian risiko dan agen risiko serta menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP). HOR Fase 2 digunakan untuk merancang alternatif strategi mitigasi berdasarkan rasio efektivitas terhadap tingkat kesulitan implementasi. Selanjutnya, AHP digunakan untuk mengevaluasi dan memilih strategi mitigasi terbaik berdasarkan kriteria efektivitas, biaya, kemudahan implementasi, dan waktu pelaksanaan. Data diperoleh melalui survei, wawancara, dan kuesioner kepada pelaku utama rantai pasok stroberi di wilayah Kabupaten Bandung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dominan dalam rantai pasok stroberi berasal dari faktor produksi dan pascapanen, terutama yang berkaitan dengan cuaca, kualitas produk, serta penanganan distribusi. Strategi mitigasi yang diprioritaskan adalah strategi yang mampu menekan kerusakan produk, meningkatkan koordinasi antar pelaku rantai pasok, serta memperbaiki proses budidaya dan penanganan pascapanen. Penerapan strategi mitigasi terpilih diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kontinuitas pasokan stroberi, mengurangi potensi kerugian, serta memperkuat daya saing dan keberlanjutan rantai pasok stroberi di Kabupaten Bandung.
Collections
- MT - Economic and Management [3229]
