Show simple item record

dc.contributor.advisorHidayatulloh, Furqon Syarief
dc.contributor.advisorTriyonggo, Yunus
dc.contributor.authorFitriani, Annisa Hana
dc.date.accessioned2026-01-22T08:53:15Z
dc.date.available2026-01-22T08:53:15Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172250
dc.description.abstractRestrukturisasi organisasi di instansi pemerintah merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk meningkatkan efektivitas kelembagaan. Namun, restrukturisasi yang dilakukan secara berulang dalam waktu relatif singkat dapat menimbulkan tantangan bagi organisasi dan sumber daya manusianya. Kondisi tersebut dialami oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian yang mengalami perubahan kelembagaan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menjadi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, dan selanjutnya bertransformasi menjadi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian. Perubahan ini berdampak pada pergeseran tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi, distribusi sumber daya manusia, serta dinamika komunikasi internal. Restrukturisasi BRMP dihadapkan pada permasalahan berupa komunikasi yang belum optimal dan distribusi pegawai yang belum merata. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelaahan lebih lanjut mengenai kesiapan organisasi dan individu dalam merespons perubahan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses restrukturisasi BRMP berdasarkan tahapan perubahan organisasi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan perubahan pegawai, serta menentukan strategi prioritas untuk meningkatkan kesiapan perubahan. Proses restrukturisasi dianalisis menggunakan Model Delapan Tahap Perubahan Kotter sedangkan faktor kesiapan perubahan dianalisis dengan Structural Equation Modelling-Partial Least Squares. Sementara penentuan strategi prioritas dilakukan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis Model Kotter menunjukkan bahwa restrukturisasi BRMP telah berjalan, namun belum optimal pada tahap membangun urgensi, mengomunikasikan visi perubahan, memberdayakan pegawai, dan melembagakan perubahan. Hasil SEM-PLS menunjukkan bahwa pengalaman restrukturisasi sebelumnya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kesiapan perubahan, diikuti oleh valensi organisasi, sistem komunikasi, dan efikasi diri. Berdasarkan hasil AHP, strategi penguatan sistem komunikasi timbal balik menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kesiapan perubahan. Strategi ini dinilai paling relevan untuk mendukung tahapan perubahan dalam Model Kotter, khususnya dalam membangun pemahaman, keterlibatan, dan konsolidasi perubahan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan restrukturisasi BRMP memerlukan pengelolaan perubahan yang sistematis berbasis tahapan perubahan organisasi serta penguatan kesiapan pegawai. Temuan penelitian ini memberikan dasar empiris bagi BRMP dan Kementerian Pertanian dalam mengelola restrukturisasi organisasi secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus memperkaya kajian manajemen perubahan pada organisasi publik.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKesiapan Pegawai Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian dalam Menghadapi Restrukturisasiid
dc.title.alternativeEmployee Readiness at the Agricultural Assemblies and Modernization Agency for Organizational Restructuring
dc.typeTesis
dc.subject.keywordKesiapan Perubahanid
dc.subject.keywordRestrukturisasiid
dc.subject.keywordefikasi diriid
dc.subject.keywordKomunikasi Organisasiid
dc.subject.keywordvalensi organisasiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record