| dc.description.abstract | Pertumbuhan industri yang pesat telah memunculkan tantangan serius terhadap keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Dalam menghadapi tekanan tersebut, konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi kerangka penting dalam menilai tanggung jawab perusahaan secara menyeluruh. Efektivitas ESG tidak hanya bergantung pada strategi organisasi, tetapi juga pada kontribusi individu di dalamnya, khususnya melalui pendekatan manajemen sumber daya manusia yang berorientasi lingkungan atau Green Human Resource Management (GHRM).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GHRM terhadap ESG Performance, dengan mempertimbangkan peran mediasi dari Employee Green Behavior (EGB) dan Green Innovation (GI). Penelitian dilakukan di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner kepada karyawan yang terlibat langsung dalam implementasi program keberlanjutan. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM–PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi karyawan terhadap GHRM, EGB, GI, dan ESG Performance berada pada kategori cukup tinggi dengan nilai rata-rata indikator di atas 3 pada skala Likert 1–4. Variabel yang memiliki rata-rata nilai tertinggi yaitu ESG Peeformance, dengan indikator yang memiliki rata-rata nilai tertinggi juga merupakan indikator dari variabel ini yaitu occupational health and safety, energy efficiency, dan climate strategy. Indikator yang memiliki rata-rata nilai relatif lebih rendah diantaranya green recruitment and selection pada variabel GHRM, serta fair compensation & benefits sebagai indikator sosial dalam variabel ESG Performance. Hal ini mengindikasikan bahwa aspek rekrutmen hijau serta keadilan dalam kompensasi dan manfaat sosial masih perlu mendapat perhatian lebih dalam implementasinya.
Pengujian hipotesis memperlihatkan bahwa GHRM berpengaruh signifikan terhadap ESG Performance, baik secara langsung maupun melalui mediasi EGB dan GI. Employee Green Behavior terbukti berkontribusi dalam memperkuat hubungan GHRM dengan ESG melalui perilaku ramah lingkungan karyawan, sedangkan Green Innovation berperan sebagai penghubung strategis yang mendorong terciptanya efisiensi, kreativitas, dan solusi ramah lingkungan dalam proyek konstruksi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa keberhasilan ESG Performance di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tidak hanya ditentukan oleh kebijakan perusahaan, tetapi juga oleh perilaku hijau dan inovasi hijau yang lahir dari penerapan GHRM secara konsisten. | |