Show simple item record

dc.contributor.advisorMelati, Maya
dc.contributor.advisorGhulamahdi, Munif
dc.contributor.authorSidqi, Ilham Fajar
dc.date.accessioned2026-01-20T06:47:26Z
dc.date.available2026-01-20T06:47:26Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172172
dc.description.abstractJagung manis ungu (Zea mays saccharata) mengandung antosianin yang mengandung aktivitas antioksidan dapat membantu mencegah penyakit degeneratif, menjadikannya sebagai pangan fungsional yang berpotensi. Fruktosa sebagai salah satu gula utama yang meningkatkan rasa manis dan penerimaan konsumen. Sabut kelapa dan mikoriza dipilih karena kemampuannya yang dapat meningkatkan ketersediaan hara tanah. Sabut kelapa menyediakan kalium untuk pembentukan gula, sedangkan mikoriza meningkatkan ketersediaan fosfor dan dapat mendukung sintesis antosianin. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pertumbuhan, hasil, kadar fruktosa, dan antosianin jagung manis ungu dengan penambahan sabut kelapa dan mikoriza. Percobaan pada bulan Juni hingga September 2025 di Kebun Percobaan Cikarawang Blok B, IPB, Bogor. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dua faktor yaitu sabut kelapa dengan dosis 0, 500, 1000, dan 1500 kg ha?¹ dan mikoriza dengan dosis 0 dan 10 g per tanaman, masing-masing tiga ulangan. Peubah yang diamati meliputi karakter vegetatif, panen, dan kualitas tongkol. Sabut kelapa secara signifikan mempengaruhi indeks kehijauan daun, bobot tongkol, panjang tongkol, tingkat kemanisan, fruktosa, dan aktivitas antioksidan, tetapi tidak mempengaruhi antosianin. Perlakuan pupuk sabut kelapa dengan dosis 1000 kg ha-1 secara nyata meningkatkan indeks kehijauan daun, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, dan panjang tongkol, namun, menurunkan tingkat kemanisan, kadar gula total, kadar fruktosa, dan aktivitas antioksidan. Tingkat kemanisan jagung masih di atas 12 Brix. Dosis optimum pupuk sabut kelapa diketahui sebesar 833 kg ha-1 yang menghasilkan bobot tongkol dan produktivitas tertinggi. Perlakuan pupuk hayati mikoriza secara nyata meningkatkan presentase infeksi akar, menunjukkan terjadinya simbiosis yang efektif antara cendawan dan akar tanaman, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, hasil maupun kandungan antosianin. Interaksi dosis pupuk sabut kelapa dan pupuk hayati mikoriza memberikan pengaruh nyata terhadap parameter laju fotosintesis, panjang tongkol terpanjang diperoleh pada dosis tanpa mikoriza dan pupuk sabut kelapa 1000 kg ha-1, dan gula total. Pupuk sabut kelapa lebih berpengaruh pada fase produksi dibandingkan vegetatif karena membutuhkan waktu dekomposisi lebih lama, oleh karena itu perlu dipertimbangkan waktu aplikasinya untuk produksi jagung panen muda atau untuk panen biji kering.
dc.description.sponsorshipPenelitian Tesis Magister (PTM) BIMA Kemdiktisaintek
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKadar Fruktosa dan Total Antosianin Jagung Manis Ungu dengan Perbedaan Dosis Pupuk Sabut Kelapa dan Pupuk Hayatiid
dc.title.alternativeFructose and Total Anthocyanin Levels in Purple Sweet Corn with Different Dosages of Coconut Husk Fertilizer and Biofertilizer
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAntioksidanid
dc.subject.keywordbrixid
dc.subject.keywordgula totalid
dc.subject.keywordkaliumid
dc.subject.keywordorganikid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record