Komunikasi Untuk Mekanisme Adaptif Pengembangan Wirausaha Mikro Penyandang Disabilitas Daksa
Date
2026Author
Ibrahim, Fachmi
Muljono, Pudji
Lubis, Djuara P.
Sadono, Dwi
Metadata
Show full item recordAbstract
Penyandang disabilitas tidak berbeda substansial dengan kelompok non
disabilitas dalam hal interaksi sosial dan aktivitas ekonomi sehari-hari, namun
keterbatasan akses ke lapangan kerja menyebabkan mereka terpinggirkan secara
struktural. Stigma negatif dan diskriminasi menjadi kendala utama dalam
memperoleh pekerjaan, meskipun penyandang disabilitas memberikan kontribusi
signifikan terhadap perekonomian. Penyebab utama pilihan berwirausaha di
kalangan penyandang disabilitas tidak hanya didorong motif ekonomi, tetapi juga
oleh fleksibilitas dalam menentukan nasib sendiri, keinginan menghindari
diskriminasi, peluang pengembangan diri, dan aspirasi berkontribusi lebih besar
terhadap masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan komunikasi resiliensi
sebagai mekanisme adaptif di kalangan pelaku wirausaha disabilitas daksa, (2)
menganalisis tantangan yang dihadapi pelaku wirausaha disabilitas daksa, dan (3)
menganalisis kinerja pelaku wirausaha disabilitas daksa serta pengaruh faktor
komunikasi terhadap kinerja. Penelitian ini menggunakan paradigma post
positivistik dengan pendekatan campuran, yaitu kuantitatif dengan menggunakan
analisis Structural Equation Modeling (SEM), dan didukung pendekatan kualitatif
melalui studi kasus dengan analisis data menggunakan Nvivo. Pengumpulan data
primer dilakukan melalui depth-interview dan diskusi kelompok, sedangkan data
sekunder berasal dari jurnal, artikel ilmiah, dan buku. Teknik sampling berupa
sensus berdasarkan data komunitas dengan sampling insidental untuk kasus-kasus
yang memenuhi kriteria. Jumlah responden adalah sebanyak 224 pelaku wirausaha
disabilitas daksa.
Dari sisi kebaruan, penelitian ini menunjukkan belum ditemukan studi yang
secara komprehensif membahas sintesis tantangan, resiliensi, mekanisme adaptif,
dan kinerja penyandang disabilitas dalam konteks komunikasi. Penelitian ini juga
mengintegrasikan Model Challenges Adaptive Mechanisms Results (CARE) dari
Hsieh, Molina, dan Weng dengan kerangka Communication Theory of Resilience
(CTR) dari Betts dan Buzzanell untuk menegaskan peran komunikasi dalam
mekanisme adaptif.
Lokasi penelitian berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih
karena memiliki proporsi penyandang disabilitas dewasa yang relatif tinggi di Pulau
Jawa. Unit analisisnya adalah pelaku wirausaha disabilitas daksa yang menjalankan
usaha di lima wilayah, yaitu Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota
Yogyakarta, yang telah menjalankan usaha minimal 3 tahun.
Analisis kuantitatif menegaskan bahwa komunikasi resiliensi secara
signifikan meningkatkan kapasitas adaptif dan kinerja kewirausahaan di antara
pelaku wirausaha disabilitas daksa. Faktor-faktor utama meliputi dukungan sosial,
atribut pribadi seperti rasa percaya diri dan pendidikan, serta bantuan pemerintah.
Tipologi pengusaha yang berbeda menekankan perlunya kebijakan yang
disesuaikan dan inklusif untuk mengatasi hambatan serta mendukung keberhasilan
yang berkelanjutan. Sementara untuk temuan kualitatif, mengonfirmasi bahwa
komunikasi resiliensi diwujudkan melalui interaksi pelaku dengan sistem dukungan
sekitar, meliputi: (a) dukungan sosial dari keluarga dan komunitas disabilitas; (b)
faktor personal dan intelektual, termasuk self-esteem dan tingkat pendidikan; serta
(c) dukungan pemerintah berupa bantuan langsung dan pelatihan pengembangan
kompetensi. Pelaku wirausaha disabilitas daksa menghadapi berbagai tantangan
kompleks mulai dari diskriminasi sosial, regulasi yang belum sepenuhnya berpihak
pada penyandang disabilitas, keterbatasan akses mobilitas, hingga kebutuhan
manajemen finansial dan kemitraan yang efektif. Dalam menghadapi tantangan
tersebut, mereka mengadopsi berbagai strategi adaptif, seperti rebranding produk,
peningkatan reputasi, diversifikasi usaha, pemanfaatan pemasaran digital, serta
likuidasi aset dalam situasi darurat. Strategi-strategi ini mencerminkan upaya
berkelanjutan untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha di tengah
hambatan struktural dan kultural. People with disabilities are not substantially different from non-disabled
groups in terms of social interaction and daily economic activities, but limited
access to employment causes them to be structurally marginalized. Negative stigma
and discrimination are major obstacles to obtaining employment, even though
people with disabilities make a significant contribution to the economy. The main
reasons for choosing entrepreneurship among persons with disabilities are not only
economic motives, but also the flexibility to determine their own destiny, the desire
to avoid discrimination, opportunities for self-development, and aspirations to
contribute more to society.
The objectives of this study are: (1) to describe resilience communication
as an adaptive mechanism among entrepreneurs with physical disabilities, (2) to
analyze the challenges faced by entrepreneurs with physical disabilities, and (3) to
analyze the performance of entrepreneurs with physical disabilities and the
influence of communication factors on performance. This study uses a post
positivistic paradigm with a mixed approach: quantitative using Structural Equation
Modeling (SEM) analysis, and supported by a qualitative approach through case
studies with data analysis using Nvivo. Primary data collection was conducted
through depth interviews and group discussions, while secondary data came from
journals, scientific articles, and books. The sampling technique was a census based
on community data with incidental sampling for cases that met the criteria. The
number of respondents was 224 entrepreneurs with physical disabilities.
In terms of novelty, this study shows that no study has been found that
comprehensively discusses the synthesis of challenges, resilience, adaptive
mechanisms, and the performance of persons with disabilities in the context of
communication. This study also integrates the Challenges Adaptive Mechanisms
Results (CARE) Model from Hsieh, Molina, and Weng with the Communication
Theory of Resilience (CTR) framework from Betts and Buzzanell to emphasize the
role of communication in adaptive mechanisms.
The research location is in the Special Region of Yogyakarta Province,
chosen because it has a relatively high proportion of adults with disabilities on the
island of Java. The unit of analysis was entrepreneurs with physical disabilities who
run businesses in five regions, namely Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul,
and the city of Yogyakarta, who have been running a business for at least 3 years.
Quantitative analysis confirms that resilience communication significantly
enhances adaptive capacity and entrepreneurial performance among entrepreneurs
with physical disabilities. Key factors include social support, personal attributes
such as self-confidence and education, as well as government assistance. Different
types of entrepreneurs underscore the need for tailored and inclusive policies to
overcome barriers and support sustainable success. Regarding qualitative findings,
it is confirmed that resilience communication is realized through the entrepreneurs’
interactions with surrounding support systems, including: (a) social support from
family and the disability community; (b) personal and intellectual factors, including
self-esteem and educational attainment; as well as (c) government support in the
form of direct assistance and competency development training. Entrepreneurs with
physical disabilities face a range of complex challenges, including social
discrimination, regulations that are not yet fully supportive of persons with
disabilities, limited mobility access, and the need for effective financial
management and partnerships. In responding to these challenges, they adopt various
adaptive strategies, such as product rebranding, enhancing reputation, business
diversification, leveraging digital marketing, and asset liquidation in emergency
situations. These strategies reflect a sustained effort to maintain and develop
businesses amid structural and cultural barriers.
Collections
- DT - Human Ecology [639]

