| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Industri Kecil Dan Menengah (IKM) di era digital. Penggunaan TIK diyakini dapat memperluas pasar, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat strategi pemasaran bagi pelaku IKM. Namun, sebagian besar IKM, termasuk IKM Kopi Gunung Puntang, masih menghadapi kendala dalam penerapan TIK secara efektif akibat keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, dan pemahaman terhadap manfaat teknologi digital.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas adopsi TIK dalam meningkatkan daya saing IKM Kopi Gunung Puntang, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap peningkatan daya saing tersebut. Penelitian juga berupaya memetakan posisi strategis IKM melalui analisis SWOT dan menilai kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi ideal penerapan TIK menggunakan analisis kesenjangan.
Penelitian dilakukan pada pelaku IKM Kopi Gunung Puntang di Kabupaten Bandung dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara terhadap sejumlah responden IKM. Analisis data menggunakan model analisis spearman dan regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel adopsi TIK terhadap daya saing, serta dilengkapi dengan analisis SWOT dan analisis kesenjangan untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, dan tingkat kesesuaian implementasi TIK.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kemampuan, pemberitaan, sumber daya manusia, dukungan manajemen, dan ketersediaan infrastruktur TIK memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing IKM. Penggunaan TIK terbukti meningkatkan efektivitas operasional dan memperluas akses pasar melalui promosi digital. Analisis SWOT menempatkan IKM Kopi Gunung Puntang pada posisi kuadran agresif, yang berarti organisasi memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat transformasi digital. Sementara itu, hasil analisis mengindikasikan adanya kesenjangan sedang antara kondisi aktual dan kondisi ideal penerapan TIK, terutama pada aspek pelatihan digital dan integrasi sistem manajemen data.
Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas adopsi TIK merupakan kunci dalam membangun keunggulan kompetitif IKM di sektor kopi. Untuk itu, diperlukan strategi penguatan kompetensi digital melalui pelatihan, pemberitaan, peningkatan infrastruktur internet di wilayah produksi, serta kolaborasi aktif antara pelaku IKM, pemerintah, dan lembaga pendukung. Dengan demikian, transformasi digital dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan guna meningkatkan daya saing IKM Kopi Gunung Puntang di pasar domestik maupun global. | |