View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Efektivitas dan Dampak Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Efisiensi Teknis, Produktivitas dan Keberlanjutan Usahatani Tebu

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (430.2Kb)
      Fulltext (1.151Mb)
      Lampiran (693.6Kb)
      Date
      2025
      Author
      Dwirayani, Dina
      Nuryartono, R. Nunung
      Rachmina, Dwi
      Rifin, Amzul
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pada tahun 2019-2022 terjadi trend kenaikan realisasi KUR pertanian nasional sebesar 65,53%. Laju pertumbuhan KUR sub sektor perkebunan 38,8%. Laju pertumbuhan realisasi KUR tebu di Jawa Barat pada tahun 2019-2023 berkisar 7,8%, dengan jumlah rata-rata debitur yang dibiayai sebanyak 27.435 petani/tahun. Pada musim tanam 2018-2022, jumlah petani tebu yang difasilitasi kredit memiliki laju pertumbuhan pertahun sebesar 29,8% sedangkan luas lahan 13,7% dan jumlah pinjaman 13,5%. Trend pembiayan KUR meningkat setiap tahun. Pembiayaan bukan hanya pinjaman modal akan tetapi juga merupakan instrumen pemerintah untuk meningkatkan produktivitas usahatani tebu. Realisasi di lapangan kenaikan produktivitas tebu lebih lambat dibandingkan laju kenaikan luas lahan dan produksi. KUR yang efektif mendorong penggunaan input yang optimal sehingga efisien, produktivitas meningkat dan dapat meningkatkan keberlanjutan usahatani tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kredit usahatani tebu, menganalisis efisiensi teknis, menganalisis keberlanjutan serta menganalisis dampak efektivitas kredit terhadap efisiensi teknis, produktivitas dan keberlanjutan usahatani tebu. Sampel penelitian ini adalah petani tebu yang memiliki kredit sebanyak 257 petani. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif., analisis stohastic frontier (SFA), indeks komposit, regresi logistik dan propensity score matching (PSM). Hasil deskriptif kuantitatif menunjukkan skor efektivitas kredit petani terdapat diantara 87,3%-106,1% dengan tingkat efektivitas kredit rata-rata sebesar 94%. Sebanyak 84,4% petani tebu kreditnya belum efektif dan sebanyak 15,6% petani kreditnya efektif. Beberapa item kredit yang mengalami keterlambatan waktu dan ketidaksesuaian jumlah adalah kredit natura seperti pupuk, bibit, herbisida dan biaya garap. Hasil stochastic frontier menunjukkan luas lahan, bibit, pupuk, herbisida, tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi tebu. Pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan efektifitas kredit mempengaruhi inefisiensi teknis. Petani yang kreditnya efektif memiliki efisiensi teknis lebih tinggi dibandingkan petani yang kreditnya belum efektif. Efisiensi teknis dan produktivitas merupakan syarat perlu untuk keberlanjutan usahatani. Indeks keberlanjutan usahatani tebu sebesar 0,452 atau kurang berkelanjutan. Faktor-faktor pengungkit yang mendukung keberlanjutan adalah kepuasan petani terhadap sistem produksi, hubungan baik dengan petani lain dan tidak adanya konflik, sistem dan lamanya bermitra serta pendapatan yang meningkat. Adapun faktor-faktor yang dapat mengancam keberlanjutan adalah produktivitas rendah, tidak adanya tutupan vegetasi, rotasi tanaman, pemupukan belum berimbang, pengolahan lahan yang belum baik, ketergantungan input eksternal, rendahnya literasi keuangan serta tidak adanya diversifikasi usaha petani tebu. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kredit petani belum efektif, produktivitas rendah dan tingkat keberlanjutan rendah. Efektivitas kredit dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi teknis, produktivitas, keberlanjutan total, keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial dan keberlanjutan keuangan. Efektivitas kredit tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan ekologi dan keberlanjutan kelembagaan. Berdasarkan temuan beberapa implikasi kebijakan yang disarankan adalah perlunya mengkaji kembali efektivitas KUR terutama untuk KUR natura karena keterlambatan dan ketidaksesuaian jumlah kredit sebagian besar berupa natura. Alternatif kebijakan penyaluran KUR bisa berupa uang tunai dengan syarat petani yang bermitra dpilih lebih selektif dan objektif berdasarkan kriteria PG. PG harus lebih selektif dalam memilih vendor-vendor yang bergabung serta mengevaluasi semua pihak yang terkait dalam kemitraan hal ini bertujuan untuk mencegah potensi kredit yang tidak efektif. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan skema kredit untuk menunjang keberlanjutan ekologi dan meningkatkan peran penyuluh pertanian agar dapat mendiseminasikan teknologi yang ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usahatani dalam jangka panjang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171995
      Collections
      • DT - Economic and Management [496]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository