Diferensiasi Populasi Meranti Tembaga (Rubroshorea leprosula) Asal Sumatra Untuk Mendukung Konservasi Jenis
Date
2025Author
Fadilah, Ainun
Siregar, Iskandar Zulkarnaen
Hikmat, Agus
Karlinasari, Lina
Metadata
Show full item recordAbstract
Rubroshorea leprosula (sinonim Shorea leprosula) merupakan salah satu jenis meranti merah bernilai ekonomi tinggi yang mendominasi perdagangan kayu tropis Indonesia. Tingginya tekanan eksploitasi, pembalakan liar, dan perdagangan kayu ilegal telah mengancam keberlanjutan populasi spesies ini di habitat alaminya, khususnya di Pulau Sumatra. Sementara itu, keterbatasan metode identifikasi jenis dan asal-usul kayu yang akurat menjadi kendala utama dalam upaya penegakan hukum dan konservasi. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan pendekatan anatomi kayu dan analisis genom kloroplas untuk identifikasi R. leprosula serta merumuskan strategi konservasi berbasis bukti ilmiah. Sampel kambium dan kayu dikoleksi dari lima lokasi di Sumatra, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Tesso Nilo, Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Hutan Harapan PT. REKI, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Identifikasi anatomi kayu dilakukan melalui pengamatan karakteristik visual, struktur makroskopis, dan struktur mikroskopis. Identifikasi genetik dilakukan melalui konstruksi genom kloroplas menggunakan short-read (Illumina) dan long-read (Oxford Nanopore). Strategi konservasi dirumuskan menggunakan pendekatan Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) yang mengintegrasikan hasil anatomi kayu, analisis genetik dari data genom kloroplas, serta kajian pustaka aspek biologi, ekologi, teknologi dan manajemen, serta pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anatomi kayu kualitatif relatif terkonservasi antar populasi, namun terdapat variasi signifikan pada anatomi kayu kuantitatif khususnya diameter pembuluh yang mencerminkan respons adaptif terhadap kondisi lingkungan berbeda. Genom kloroplas berhasil dikonstruksi dengan ukuran 150.691 bp, memiliki struktur quadripartite yang mengandung 115 gen fungsional, serta mengonfirmasi identitas spesies dan posisi filogenetiknya. Integrasi hasil anatomi kayu, genom kloroplas, dan kajian pustaka menunjukkan bahwa strategi konservasi berada pada kuadran diversifikasi. Strategi ini menekankan pemanfaatan kekuatan internal spesies untuk menghadapi ancaman eksternal melalui konservasi in-situ dan ex-situ, pengelolaan sumber benih unggul, serta dukungan terhadap identifikasi kayu dan penelusuran asal-usul. Penelitian ini menyediakan dasar ilmiah bagi pengembangan basis data identifikasi kayu terintegrasi serta mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan di Indonesia.
Collections
- MT - Forestry [1511]
