| dc.description.abstract | Rotan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri furnitur, kerajinan tangan, dan konstruksi ringan. Namun, rotan memiliki warna yang monoton dan keawetan rendah. Peningkatan nilai estetika rotan umumnya menggunakan pewarna sintetis yang tidak ramah lingkungan. Salah satu solusinya adalah menggunakan pewarna alami (PA) dari daun jati (DJ) dan limbah pengolahan jernang (LPJ). Pelaburan asap cair dapat meningkatkan keawetannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ekstrak jernang (EJ) dan ekstrak daun jati (ED) terbaik sebagai PA rotan hasil ekstraksi DJ dan LPJ dengan metode maserasi (M) dan ultrasound-asssisted extraction (UAE), menganalisis fitokimianya, menganalisis karakteristik fisikokimia rotan hasil impregasi empat formula PA (FPA), serta menguji keawetan rotan hasil impregnasi FPA terbaik setelah diberi perlakuan asap cair terhadap rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light dan bubuk kayu kering Heterobostrychus sp.
Ekstraksi DJ dan LPJ dengan pelarut air menggunakan metode M dan UAE. Rendemen dan kestabilan warna ekstrak digunakan untuk menentukan ED dan EJ terbaik sebagai PA rotan dan menganalisis kandungan fitokimianya dengan liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS). Empat FPA dibuat dari ED dan EJ pada konsentrasi 15% dan 30% dengan penambahan 5% asam sitrat sebagai mordan. Rotan yang diimpregnasi FPA dievaluasi sifat fisikokimianya untuk menentukan FPA terbaik. Rotan yang diimpregnasi FPA terbaik dilaburi asap cair pada konsentrasi 25% dan 50% , serta diuji keawetannya terhadap rayap kayu kering dan kumbang bubuk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode UAE dengan rendemen 15,90% (ED-U) dan 10,64% (EJ-U) menghasilkan ekstrak lebih baik dibandingkan metode M yaitu 12,04% (ED-M) dan 8,81% (EJ-M). ED-U dan EJ-U menghasilkan kestabilan warna terhadap pH, sinar matahari, dan oksidator yang lebih baik dibandingkan ED-M dan EJ-M. Ekstrak terpilih untuk pembuatan FPA adalah ED-U dan EJ-U. EJ mengandung senyawa dominan sebagai pigmen cokelat-merah seperti dracoalban, dracoflavan dimer, dan dracohordin. Sedangkan ED mengandung senyawa dominan sebagai pigmen kuning kecokelatan hingga kemerahan seperti tectoquinone, lapachol dan quinone. Rotan yang diimpregnasi dengan FPA (ED-U dan EJ-U pada konsentrasi 30%) menunjukkan perubahan warna, ketahanan luntur warna, serta sifat fisis (kerapatan, kadar air, penyerapan warna) dan sifat mekanis (kekerasan) yang lebih baik dibandingkan pada konsentrasi 15%. Perlakuan pengawetan dengan asap cair pada FPA terbaik terbukti dengan konsentrasi 25% sudah mencapai standar efektivitas dalam meningkatkan ketahanan rotan terhadap terhadap rayap kayu kering maupun serangan bubuk kayu kering, dibandingkan kontrol tanpa perlakuan. | |