Show simple item record

dc.contributor.authorAndesfha, Ernes
dc.date.accessioned2010-03-29T04:27:41Z
dc.date.available2010-03-29T04:27:41Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/1702
dc.description.abstractAedes aegypti L berperan sebagai vektor utama penyakit Dengue Hemorrhagic Fever (Russel, 1960), vektor penyakit Equine Encephalistis, Septicaemia Haemorrhagica, Enzootic Hepatitis, Filariasis, parasit darah pada manusia dan burung (Christoper, 1960) dan Chikungunya (Thaikruea et al, 1997). Di Indonesia, DHF adalah kasus penyakit terbesar kedua di dunia dan banyak menelan korban jiwa. Kejadian Luar Biasa (KLB) terjadi tahun 1998 di Jakarta dan Terulang kembali awal 2004 dengan jumlah kasus 59.321 dan jumlah kematian 669 orang (Wadrianto, 2004) Penggunaan insektisida sintetik secara intensif dalam upaya menurunkan populasi Aedes aegypti L dapat mendatangkan banyak kerugian, selain terjadi pemborosan dampak lainnya adalah terjadi resistensi serangga, insektisida persisten, resujensi, residu, pencemaran lingkungan, dan menurunnya populasi alami vektor (Metcalf, 1982). Karena itu diperlukan cara alternnatif, yaitu melalui penggunaan insektisida nabati yang memilika daya kerja mampu mempengaruhi titer juvenil hormon dalam tubuh Aedes aegypti L sehingga pertumbuhan pradewasa menjadi abnormal dengan menggunakan daun legundi.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengaruh Juvenil Hormon dari Ekstrak Daun Legundi (Vitex negundo) terhadap Perkembangan Pradewasa Aedes Aegyptiid
dc.title.alternativeIPB (Bogor Agricultural University)id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record