| dc.contributor.advisor | Hendrayanto | |
| dc.contributor.author | SOLIHIN, MUHAMMAD NIZAR | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-22T06:51:05Z | |
| dc.date.available | 2025-08-22T06:51:05Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170074 | |
| dc.description.abstract | ABSTRAK
MUHAMMAD NIZAR SOLIHIN. Analisis Spasial Wilayah Rawan Banjir
Menggunakan Metode Scoring di DAS Cimanceuri. Dibimbing oleh
HENDRAYANTO.
Banjir merupakan bencana alam yang umum terjadi di Indonesia, didorong
oleh faktor meteorologi, karakteristik DAS, dan aktivitas manusia. Menganalisis
kerentanan banjir sangat penting untuk mitigasi bencana, perlindungan ekonomi,
tata ruang, dan perumusan kebijakan publik. Metode penilaian dan pembobotan
digunakan untuk menilai parameter terkait banjir seperti curah hujan, ketinggian,
kemiringan, tutupan lahan, jenis tanah, dan kepadatan sungai. Teknik overlay
kemudian digunakan untuk mengintegrasikan kumpulan data spasial dan
menghasilkan peta kerentanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS
Cimanceuri terbagi menjadi tiga kelas kerentanan banjir: tidak rawan (34 ha), rawan
(16.683 ha), dan sangat rawan (32.332 ha). Desa Gorowong memiliki wilayah
rawan banjir terbesar (826 ha), terutama dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi,
karakteristik tanah, dan keberadaan permukiman. Studi ini memberikan informasi
penting tentang distribusi spasial daerah rawan banjir, yang dapat mendukung
sistem peringatan dini dan penanggulangan bencana banjir di DAS Cimanceuri
Kata kunci: Banjir, Kerentanan, Skor, Tumpang Susun, Daerah Aliran Sungai
Cimanceuri | |
| dc.description.abstract | ABSTRACT
MUHAMMAD NIZAR SOLIHIN. Spatial Analysis of Flood-prone Areas
Using the Scoring Method in the Cimanceuri Watershed. Supervised by
HENDRAYANTO.
Floods are a common natural disaster in Indonesia, driven by meteorological
factors, watershed characteristics, and human activities. Analyzing flood
vulnerability is crucial for disaster mitigation, economic protection, spatial planning,
and public policy formulation. The scoring and weighted method was employed to
assess flood-related parameters such as rainfall, elevation, slope, land cover, soil
type, and river density. The overlay technique was then used to integrate spatial
datasets and generate a flood vulnerability map. The results indicate that the
Cimanceuri Watershed is divided into three classes of flood vulnerability: non vulnerable (34 ha), vulnerable (16.683 ha), and highly vulnerable (32.332 ha).
Gorowong Village has the largest flood-prone area (826 ha), primarily influenced
by high rainfall, soil characteristics, and the presence of settlements. This study
provides essential information on the spatial distribution of flood-prone areas,
which can support early warning systems and flood disaster management in the
Cimanceuri Watershed
Keywords: Flood, Vulnerability, Scoring, Overlay, Cimanceuri Watershed | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | ANALISIS SPASIAL WILAYAH RAWAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE SCORING DI DAS CIMANCEURI | id |
| dc.title.alternative | Spatial Analysis of Flood-prone Areas Using the Scoring Method in the Cimanceuri Watershed | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Banjir | id |
| dc.subject.keyword | DAS | id |
| dc.subject.keyword | Kerentanan | id |
| dc.subject.keyword | Skor | id |
| dc.subject.keyword | Tumpang Susun | id |
| dc.subject.keyword | Daerah Aliran Sungai Cimanceuri | id |