| dc.description.abstract | Salah satu tahapan dalam pengelolaan hutan adalah kegiatan pemanenan kayu. Dalam proses pemanenan salah satu yang menentukan keberhasilan kegiatan tersebut adalah kegiatan penebangan. Agar kegiatan penebangan dapat memperoieh basil akhir berupa sorumen kayu yang bemilai tinggi diperlukan keterampilan dan kecermatan operator yang mengoperasikan chainsaw. Sebab hal ini akan menentukan tingkat efisiensi dan produktifitas dalam kegiatan penebangan. Salah satu cara untuk. mengetahui produktivitas dari operator yaitu dengan cara melakukan pengukuran waktu kerja, dimana basilnya dapat digunakan untuk menghitung prestasi ketja dari operator chainsaw tersebut Setelah dilakukan pengukuran prestasi kerja maka dapat disusun suatu standar prestasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur waktu kerja, menghitung prestasi kerja dan menetapkan standar prestasi kerja penebangan Jati dengan obyek penelitian operator yang melakukan penebangan Jati. Penelitian ini dilakukan di RPH Peting, BKPH Karang Asem, KPH Purwodadi. Penelitian ini dibatasi dalam hal-hal : operator yang diteliti tidak. diberi perlakuan (kecuali sistem penebangan yang dilakukan yaitu sistem target dan sistem pohon per pohon), peranaD pembantu operator dapat diabaikan dan hasH kerjanya dianggap sebagai basil kerja operator. Data yang diperoleh dilapangan kemudian dikelompokkan berdasarkan kelas sortimen, kelas diameter, dan kelas kelerengan. Pada masing-masing kelompok data dapat diketahui jumlah sortimen, waktu efektif dan volume. Dalam pengolahan data dilakukan penghitungan terhadap volume dengan menggunakan Tabel Volume yang dipakai oleh PT Perhutani, penentuan kelonggaran yang terdiri dari kelonggaran tetap dan kelonggaran variabel. penentuan waktu standar dengan menggunakan per=naan WS = WD + (WD X Kt) + (WD x Kv). Penentuan prestasi kelja dengan menggunakan persamaan Wasono (1965) yaitu: p .. = Hsih X 60, penentuan standar prestasi keJja dengan menggunakan metode penelaahan waktu. Analisis data untuk menaksir pengaruh kelerengan dan diameter pohon terhadap prestasi keJja penebangan loti menggunakan Analisis Model Regresi Linier Berganda. Dari basil penelitian dapat diketahui bahw. volume taksiran yang mendekati volume riil adalab volume taksiran dengan menggunakan diameter setinggi tunggak dan tinggi bebas cabang. Waktu efektif rata-rata untuk sistem pahon per pahon sebanyak 23,79 menit, lebib besar dari sistem penebangan target yaitu sebesar 21,70 menit. Prestasi kaja sistem target berdasarkan Waktu efektif lebib besar dari pada sistem pahon per pabon. Prestasi kelja rata-rata sistem target adalah 6,69 m'ljam dan sistem pahon per pahon sebesar 5,87 m'ljam. Rata-rata prestasi kelja berdasarl<an waktu standar atau standar prestasi keJja pada sistern target adalah 4,13 m'/jarn dan sistem pahon per pabon adaIah 4,70 m'/jam. Pengujian terl!adap faktor kelerengan (XI) dan diameter pahon (Xv terlladap prestasi keJja penebangan lati menunjukkan bahwa diameter dan kelerengan berpengarub nyala terlladap prestasi keJja penebangan loti baik pada sistCD3 pahon per pahon maupun sistem target Pengaruh kedua faktor tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk persamaaan Regresi Linier Berganda sebagai berikut : Sistem pahon per pohon y = 8,066 - 0,172 XI + 7,216 X" degan R' = 88,6 % Sistem target y= 7,2928 -0,192 XI +2,051 X" dengan R'= 89,2 % Dalam hal ini faktor ukuran diameter memberikan pengaruh yang positif artinya pertambahan ukuran diameter pohon yaog ditebang akan menyebabkan peningkatan prestasi ketja penebangan. sebaliknya dengan kelerengan yang memberikan pengaruh Ilegatif yaitu setiap penambahan kelerengan akan menyebabkan penurunan prestasi kerja. Besamya prestasi kerja pada kelerengan menunjukkan hubungan' yang negatif artinya semakai tinggi kelas kelerengan, maka semakin kecil prestasi kerja yang dibasilkan yaitu menurun dari 6,6 m'jjam (sistem pobon per pobon) dan 8,18 m'jjam (sistem target) pada kelas keierngan 0 - 8 % menjadi 4,74 m'jjam (sistem pobon per pobon) dan 4,10 m'ljam (sistem target) pada kelas kelerengan 16 - 25 %. Sedangkan hesamya prestasi keIja menunjukkan bubungan yang positif dengan diameter pobon artinya semakin besar diameter 'pohon diikuti dengan meningkatnya.prestasi kerja. Terbukti untuk kelas diameter 41 - 50 em prestasi kerja yang dicapai 5,23 m'ljam, kelas diameter 51-60 em sebesar 6,07 m'ljam, dan pada kelas diameter 61 up meningkat menjadi 6,47 m'ljam (untuk sistem pobon per pobon). Untuk sistem target pada kelas diameter 41 - 50 em prestasi kerja yimg diperoleb adaIah sebesar 5,83 m'ljam, kelas diameter 51 - 60 em sebesar 6,69 m'ljarn, dan prestasi kerja pada ke1as diameter 61 up sebesar 7,57 m3/jam. | id |