Show simple item record

dc.contributor.advisorPriawandiputra, Windra
dc.contributor.advisorAtmowidi, Tri
dc.contributor.authorFatimah, Besse
dc.date.accessioned2025-08-14T04:10:53Z
dc.date.available2025-08-14T04:10:53Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/169150
dc.description.abstractLebah Apis dorsata merupakan lebah madu terbesar dalam genus Apis. Lebah A. dorsata memiliki distribusi yang luas, dapat ditemukan di Asia Tenggara, Asia Selatan dan Asia Timur. Indonesia menawarkan kondisi yang sangat ideal untuk mempelajari variasi intrapopulasi dari spesies yang tersebar luas. Tiga pulau yang berbeda yaitu Sumatera, Belitung dan Kalimantan merupakan bagian dari Sundaland yang terbentuk akibat dari naiknya permukaan laut terpisah menjadi beberapa pulau. Terpisahnya pulau menyebabkan isolasi geografis antar populasi yang berdampak pada perbedaan lingkungan lokal, vegetasi dan sumber pakan, sehingga terjadi variasi morfometrik pada spesies yang dulunya berada pada populasi yang sama. Ketiga pulau memiliki karakteristik geografis dan ekologi yang unik yang dapat menjadi representasi yang baik untuk mengamati isolasi geografis dan perbedaan lingkungan yang mempengaruhi populasi A. dorsata. Metode yang digunakan adalah morfometrik tradisional. Metode ini dilakukan untuk menganalisis adanya variasi ukuran bagian tubuh secara kuantitatif pada organisme. Di Indonesia, penelitian mengenai morfometrik khususnya pada lebah A. dorsata masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan morfometrika lebah A. dorsata asal Sumatera Selatan, Belitung dan Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan 120 individu dari 12 koloni lebah A. dorsata yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan, Belitung dan Kalimantan Barat. morfometrik tradisional menggunakan 23 karakter morfometrik yang mencakup 6 bagian yaitu panjang tubuh (PTB), bagian kepala yaitu panjang proboscis (PP), panjang kepala (PK), lebar kepala (LK), panjang mata majemuk (PMM), lebar mata majemuk (LMM), jarak antar ocelli (JAO), jarak antar socket antenna (JSA). Bagian toraks yaitu panjang toraks (PT) dan lebar toraks (LT). Bagian abdomen yaitu panjang abdomen (PA) dan lebar abdomen (LA). Bagian sayap yaitu panjang sayap depan (PSD), lebar sayap depan (LSD), panjang sayap belakang (PSB), lebar sayap belakang (LSB), jumlah hamuli (JH). Bagian tungkai yaitu panjang metafemur (PMF), panjang metatibia (PMTI), panjang metatarsus (PMTA) dan lebar metatarsus (LMTA). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa populasi lebah A. dorsata dari tiga pulau terdapat perbedaan morfometrik yang nyata (12 dari 23 parameter signifikan antar populasi). Terdapat perbedaan ukuran parameter morfometrik yang signifikan antara populasi Sumatera Selatan dan Belitung untuk 11 parameter seperti panjang tubuh (PTB), panjang proboscis (PP), lebar mata majemuk (LMM), jarak antar ocelli (JAO), jarak socket antenna (JSA), lebar toraks (LT), panjang tergit 3 (PT3), panjang tergit 4 (PT4), panjang sayap depan (PSD), panjang sayap belakang (PSB) dan panjang metatarsus (PMTA). Perbedaan yang ditunjukkan pada beberapa parameter morfometrik menunjukkan adanya variasi antar lokasi dimana 50% dari parameter yang diukur memiliki perbedaan yang signifikan. Bagian kepala parameter morfometrik, seperti parameter morfometrik panjang proboscis lebih tinggi di Belitung dibandingkan dua tempat lainnya. Proboscis yang lebih panjang memiliki peran penting dalam efisiensi foraging. Nilai rata-rata ukuran parameter morfometrik lebah lebih tinggi di Sumatera Selatan dibandingkan dengan individu dari Belitung dan Kalimantan Barat (16 dari 23 parameter morfometrik) seperti panjang kepala (PK), lebar kepala (LK), panjang mata majemuk (PMM), lebar mata majemuk (LMM), jarak antar ocelli (JAO), panjang toraks (PT), lebar toraks (LT), panjang abdomen (PA), panjang tergit 3 (PT3), panjang tergit 4 (PT4), panjang sayap depan (PSD), panjang sayap belakang (PSB), lebar sayap belakang (LSB), jumlah hamuli (JH), panjang metatibia (PMTI) dan panjang metatarsus (PMTA). Keberadaan komunitas tumbuhan yang lebih bervariasi dan kaya di Sumatera Selatan ini kemungkinan besar mendukung variasi morfometrik pada populasi lebah dari wilayah tersebut.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleVARIASI MORFOMETRIK Apis dorsata (INSECTA: HYMENOPTERA) ASAL SUMATERA SELATAN, BELITUNG DAN KALIMANTAN BARATid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordLebah Maduid
dc.subject.keywordvariasi pulauid
dc.subject.keywordmorfometrik tradisionalid
dc.subject.keywordmorfologiid
dc.subject.keywordIndonesiaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record