Show simple item record

dc.contributor.advisorMurdiyarso
dc.contributor.authorShaleh, Arief Rahman
dc.date.accessioned2025-08-13T07:44:29Z
dc.date.available2025-08-13T07:44:29Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168993
dc.description.abstractKabupaten Karawang, khususnya wilayah pesisir Cilamaya, memiliki potensi ekowisata mangrove yang cukup besar namun rentan terhadap perubahan tutupan lahan dan dinamika iklim. Penelitian ini mengkaji bagaimana perubahan tutupan lahan mangrove dan tingkat kenyamanan wisata berbasis iklim menggunakan Holiday Climate Index (HCI). Data citra Landsat 5 tahun 2001 dan Landsat 8 tahun 2020 diklasifikasikan menggunakan metode Random Forest. Hasil menunjukkan bahwa luasan mangrove menurun drastis dari 767,41 ha (28%) pada tahun 2001 menjadi 346,67 ha (13%) pada tahun 2020, dengan kehilangan 420,74 ha atau sekitar 22,14 ha (2,89%) per tahun. Nilai HCI rata-rata tahun 2001 sebesar 68,75 menunjukkan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 65,08, terutama terdapat pada bulan-bulan dengan intensitas curah hujan yang rendah di wilayah Cilamaya (Juni, Juli, Agustus, September). Hasil analisis menunjukkan bahwa degradasi luas tutupan lahan mangrove berpengaruh terhadap penurunan nilai kenyamanan wisata berdasarkan nilai skor HCI. Hal ini menegaskan pentingnya pelestarian mangrove untuk mendukung keberlanjutan wisata pesisir yang nyaman secara iklim.
dc.description.abstractKarawang Regency, particularly the coastal area of Cilamaya, has significantly mangrove ecotourism potential but is vulnerable to land cover changes and climate dynamics. This study examines how changes in mangrove land cover and the level of climate-based tourism comfort are affected using the Holiday Climate Index (HCI). Landsat 5 imagery data from 2001 and Landsat 8 imagery from 2020 were classified using the Random Forest method. The results show that mangrove area decreased drastically from 767.41 ha (28%) in 2001 to 346.67 ha (13%) in 2020, with a loss of 420.74 ha, or approximately 22.14 ha (2,89%) per year. The average HCI value in 2001 of 68.75 indicates a higher level of comfort compared to 65.08 in 2020, especially during months with low rainfall intensity in the Cilamaya area (June, July, August, and September). The analysis shows that the degradation of mangrove cover has a significant impact on the tourism comfort rating based on the HCI score. These results emphasize the importance of mangrove conservation to support the sustainability of climatically comfortable coastal tourism.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Perubahan Tutupan Lahan Mangrove Terhadap Holiday Climate Index (HCI) Wilayah Pesisir Cilamaya, Karawang, Jawa Baratid
dc.title.alternativeThe Effect of Changes in Mangrove Land Cover on the Holiday Climate index (HCI) in the Cilamaya Region, Karawang, West Java
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordCoastal areaid
dc.subject.keywordGoogle Earth Engineid
dc.subject.keywordHCIid
dc.subject.keywordMangroveid
dc.subject.keywordCilamayaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record