Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorPravitasari, Andrea Emma
dc.contributor.authorAlifah, Safira Nur
dc.date.accessioned2025-08-08T08:41:20Z
dc.date.available2025-08-08T08:41:20Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168460
dc.description.abstractPembangunan wilayah merupakan suatu proses menuju kondisi yang lebih baik dengan pengelolaan sumberdaya sebagai modal untuk kelangsungan hidup masyarakat saat ini dan generasi selanjutnya. Setiap wilayah memiliki tujuan dan indikator pembangunan yang harus dipenuhi sebagai ukuran capaian pembangunan. Namun, pembangunan tidak selalu berdampingan dengan pemerataan pembangunan. Ketidakmerataan dalam implementasi pembangunan dapat mengakibatkan isu kesenjangan dan ketimpangan di daerah. Arahan pembangunan wilayah yang baik juga harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan peluang, potensi dan karakteristik di wilayah tersebut, seperti memahami mengenai komoditas unggulan yang kemungkinan dapat dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan dan ketimpangan wilayah di Kalimantan Utara pasca 10 tahun pemekaran, sekaligus untuk mengetahui komoditas unggulan pertanian yang dapat diutamakan untuk mendukung pembangunan melalui peningkatan perekonomian di wiilayah tersebut. Untuk mencari tingkat perkembangan wilayah digunakan analisis skalogram yang mengkatoegorikan kecamatan-kecamatan di Kalimantan Utara menjadi 3 tingkatt hirarki. Kemudian, untuk menganalisis ketimpangan wilayah digunakan analisis theil entropy yang menghasilkan nilai ketimpangan antar kecamatan dan antar kabupatten. Dari hasil kedua output tersebut dapat ditentukan kecamatan yang harus menjadi prioritas pembangunan, yaitu kecamatan dengan tingkat pekembangan rendah dan nilai ketimpangan yang tinggi. Selanjutnya adalah menganalisis komoditas unggulan pertanian, yaitu komoditas tanaman pangan, hortikultura, buah-buahan, perkebunan, dan perikanan. Hasil dari penelitian meyatakan bahwa 53% kecamatan di Kalimantan Utara mengalami stagnasi dan tetap terbelakang, sebagian besar kecamatan tertinggal berada di wilayah perbatasan (Malinau & Nunukan). Sedangkan Tarakan merupakan wilayah yang sangat berkembang. Kemudian, Kabupaten Nunukan adalah kontributor terbesar terhadap disparitas luas antar kecamatan dengan tren yang memburuk, sementara Kota Tarakan adalah daerah dengan disparitas internal yang secara konsisten rendah. Secara keseluruhan, Kabupaten Malinau sebagai kontributor ketimpangan paling tinggi di Kalimantan Utara. Kabupaten Bulungan menjadi wilayah yang memiliki jenis komoditas unggulan paling banyak. Sedangkan Kabupaten Tana Tidung memiliki jenis yang paling sedikit, namun produksi kelapa sawit yang paling tinggi di Kalimantan Utara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Utara serta pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk mengoptimalkan sumberdaya-nya.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Tingkat Perkembangan Kecamatan, Ketimpangan Infrastruktur dan Komoditas Unggulan Pertanian-Perikanan di Provinsi Kalimantan Utaraid
dc.title.alternativeAnalysis of District Development Level, Infrastructure Inequality and Leading Agriculture-Fishery Commodities in North Kalimantan Province
dc.typeTesis
dc.subject.keyworddisparityid
dc.subject.keywordAnalisis Skalogramid
dc.subject.keywordIndeks Theilid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record