Show simple item record

dc.contributor.advisorTrison, Soni
dc.contributor.advisorSundawati, Leti
dc.contributor.authorMushandono, Pradito
dc.date.accessioned2025-08-05T07:03:01Z
dc.date.available2025-08-05T07:03:01Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/166728
dc.description.abstractPRADITO MUSHANDONO. Strategi Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan : Kasus Kelompok Tani Sedyo Makmur Di Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. Dibimbing oleh SONI TRISON dan LETI SUNDAWATI. Pengelolaan HKm merupakan suatu pendekatan yang melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pelestarian hutan, dengan tujuan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. KT Sedyo Makmur, yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta, menjadi objek penelitian ini karena keberhasilan mereka dalam menerapkan pengelolaan HKm yang berbasis pada prinsip keberlanjutan. Kelompok ini memperoleh izin Perhutanan Sosial pada tahun 2007 dan sertifikasi usaha kayu dari Forest Stewardship Council (FSC), yang menunjukkan bahwa mereka telah menerapkan praktik pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial dari pengelolaan HKm oleh KT Sedyo Makmur, serta peran stakeholder dalam pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan empat metode analisis: analisis kontribusi pendapatan, analisis korelasi, analisis stakeholder, dan analisis SWOT. Analisis kontribusi pendapatan digunakan untuk mengukur dampak ekonomi terhadap rumah tangga petani. Analisis korelasi mengidentifikasi hubungan signifikan antara berbagai faktor, sementara analisis stakeholder mengevaluasi peran pihak–pihak yang terlibat dalam pengelolaan HKm. Terakhir, analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam pengelolaan HKm. Hasil analisis korelasi menunjukkan pada aspek ekonomi, pengalaman bertani dan pendidikan berpengaruh pada pendapatan di luar HKm, serta jumlah pohon jati berhubungan langsung dengan pendapatan dari pohon jati. Pada aspek ekologi, tidak ada korelasi signifikan dengan keberhasilan pengelolaan sumber daya alam. Aspek sosial menunjukkan bahwa lama pengalaman bertani mempengaruhi keterlibatan dalam kelompok tani, tetapi tidak ada pengaruh langsung pada pengelolaan hutan. Faktor ekonomi lebih memengaruhi pendapatan luar HKm, sementara sosial dan ekologi tidak berpengaruh langsung pada pengelolaan hutan. Analisis stakeholder mengidentifikasi Dinas Kehutanan dan Balai Perhutanan Sosial Wilayah Jawa sebagai stakeholder kunci dalam pengambilan keputusan strategis dan penguatan kelembagaan. Strategi SO (Strengths–Opportunities) yang diusulkan mencakup diversifikasi produk hasil hutan untuk mengurangi ketergantungan pada kayu jati, pengembangan kapasitas anggota melalui pelatihan teknis dan manajerial, serta peningkatan pemasaran produk. Selain itu, pengembangan ekowisata berbasis hasil hutan juga diusulkan sebagai peluang untuk meningkatkan pendapatan tambahan dan mendukung konservasi lingkungan, dengan memanfaatkan program pemerintah yang mendukung perhutanan sosial.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSTRATEGI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN: KASUS KELOMPOK TANI SEDYO MAKMUR DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL, D.I. YOGYAKARTAid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordstakeholderid
dc.subject.keywordSWOTid
dc.subject.keywordekowisataid
dc.subject.keyworddiversifikasi pendapatanid
dc.subject.keywordpengelolaan hutan kemasyarakatanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record