Show simple item record

dc.contributor.advisorMulatsih, Sri
dc.contributor.advisorWisudo, Sugeng Hari
dc.contributor.authorWilianto, Aris
dc.date.accessioned2025-08-01T23:50:10Z
dc.date.available2025-08-01T23:50:10Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/166464
dc.description.abstractIndonesia memiliki potensi alam melimpah yang seharusnya sangat mendukung berkembangnya sektor perikanan. Estimasi potensi sumber daya ikan di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) sebesar 12,01 juta Ton per tahun dengan Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB) sebesar 8,6 juta Ton per tahun. Pada tahun 2023 tercatat produksi perikanan tangkap Indonesia sebesar 7,8 juta Ton dan pada sisi perikanan budidaya, Indonesia mempunyai potensi lahan perikanan budidaya yang sangat luas yaitu 17,91 juta Hektar, namun demikian pemanfaatan potensi lahan perikanan budidaya baru mencapai 2,7%. Pemanfaatan lahan perikanan budidaya tersebut menghasilkan volume produksi perikanan budidaya sebesar 15,3 juta ton. Celah antara potensi alam dengan pemanfaatannya mengindikasikan perlunya terobosan optimalisasi pemafaatan potensi alam melalui kegiatan investasi sehingga dapat mendorong perkembangan ekonomi perikanan nasional. Investasi merupakan elemen strategis dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, dimana peranannya tidak hanya mencakup peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam perairan. Keputusan investasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek multidimensi sehingga investasi yang dilakukan efisien dan menghasilkan return of investment yang maksimum serta berkesinambungan. Aspek-aspek multidimensi dimaksud perlu diidentifikasi para pemangku kebijakan sektor perikanan agar dapat dilakukan intervensi yang tepat sehingga dapat menarik arus investasi pada sektor perikanan. Sehubungan dengan hal tersebut diperlukan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi potensi suatu wilayah untuk dapat menarik arus investasi sektor perikanan. Instrumen dimaksud diformulasikan dengan memperhitungkan serangkaian aspek-aspek multidimensi yang secara empiris dapat mempengaruhi keputusan investasi sehingga instrumen yang terbangun dapat menilai dan mengevaluasi dinamika investasi sektor perikanan pada tiap wilayah provinsi di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui metode desk study, mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan data sekunder periode 2016–2020 yang bersumber dari berbagai instansi yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pusat Statistik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Otoritas Jasa Keuangan. Identifikasi indikator-indikator kunci pembentuk indeks komposit diperoleh melalui self-validation dan scientific validation, utamanya menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Bobot setiap indikator diperoleh berdasarkan keluaran PCA untuk selanjutnya skor indeks komposit diperoleh melalui metode agregasi linier tertimbang. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi sembilan belas indikator yang membentuk indeks komposit. Indikator-indikator tersebut dikategorikan ke dalam enam dimensi yaitu: (1) ekonomi, (2) finansial, (3) infrastruktur dan logistik, (4) lingkungan, (5) sosial-kependudukan, dan (6) kelembagaan. Penelitian berhasil menghitung kontribusi masing-masing indikator dan dimensi terhadap indeks komposit serta menunjukkan tingkat potensi wilayah untuk investasi pada sektor perikanan. Sesuai hasil penelitian menunjukan dimensi yang menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing wilayah sehingga dapat menarik investasi pada sektor perikanan yaitu dimensi sosial kependudukan dan dimensi kelembagaan. Dua dimensi tersebut mencakup faktor tingkat keahlian dan keterampilan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, regulasi dan standarisasi bidang perikanan, serta kinerja layanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi-provinsi di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, memiliki keunggulan komparatif untuk dapat menarik investasi sektor perikanan dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan bagi pemangku kepentingan perikanan untuk meningkatkan kinerja pembangunan perikanan dan berkolaborasi demi pemerataan dan mendorong pembangunan daerah dengan memperkuat potensi daerah untuk investasi sektor perikanan. Hasil penghitungan skor indeks komposit menunjukkan bahwa terdapat ketimpangan spasial yang signifikan dalam kesiapan wilayah untuk menarik investasi sektor perikanan. Provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa memperoleh skor tertinggi yang mencerminkan kekuatan kelembagaan, sumber daya manusia yang unggul, infrastruktur memadai, akses keuangan yang baik, serta produktivitas perikanan yang tinggi. Pada sisi lain, sebagian besar provinsi termasuk wilayah-wilayah yang memiliki kelimpahan sumber daya perikanan seperti Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara menunjukkan skor indeks komposit yang rendah. Hal ini menegaskan bahwa potensi sumber daya alam tidak serta merta menjamin daya saing investasi jika tidak didukung oleh dimensi pembangunan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa indeks komposit yang terbangun dapat digunakan sebagai instrumen strategis dalam proses perencanaan investasi sektor perikanan. Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan mencakup penguatan kapasitas kelembagaan, penigkatan kapasitas sumberdaya manusia, penyediaan infrastruktur dan logistik perikanan secara merata, perbaikan akses keuangan, serta penerapan pendekatan pembangunan berbasis karakteristik wilayah (place-based development strategy) sehingga dapat mendorong pertumbuhan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleIndeks Komposit Potensi Wilayah untuk Investasi Sektor Perikananid
dc.title.alternativeComposite Index of Regional Potential for Fisheries Sector Investment
dc.typeTesis
dc.subject.keyworddaya saingid
dc.subject.keywordpembangunan wilayahid
dc.subject.keywordprincipal component analysisid
dc.subject.keywordsektor perikananid
dc.subject.keywordinvestasiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record