| dc.description.abstract | Photodynamic therapy (PDT) adalah metode terapi minimal invasif yang
menggunakan cahaya dan fotosensitizer untuk menangani berbagai penyakit seperti
jerawat, tumor, dan kanker. Klorofil dari Spirulina platensis, mikroalga yang
banyak ditemukan di perairan Indonesia, berpotensi sebagai fotosensitizer alami
karena bersifat biokompatibel dan memiliki spektrum serapan luas (400–800 nm).
Upaya mengekstrak klorofil secara efisien, digunakan metode low power
microwave-assisted extraction (LP-MAE) yang ramah biaya dan menghasilkan
ekstrak berkualitas tinggi, terutama bila dipadukan dengan perancangan percobaan
statistik I-optimal. Peningkatan efektivitas PDT dilakukan dengan
mengkonjugasikan klorofil dengan nanopartikel emas (AuNPs) yang stabil, tidak
beracun, dan memiliki serapan cahaya yang berdekatan, sehingga kombinasi ini
diharapkan memperkuat efek destruktif terhadap sel kanker melalui mekanisme
gabungan PDT dan photothermal therapy (PTT). Salah satu dari tujuan penelitian
ini adalah mengevaluasi parameter-parameter pada proses ekstraksi klorofil
Spirulina platensis dengan metode low power microwave-assisted extraction (LPMAE) dilakukan untuk memperoleh yield klorofil yang optimal. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa proses ekstraksi diawali dengan pemodelan statistika desain
Ioptimal dan menghasilkan yield klorofil total tertinggi sebesar 5045,7 µg/g
biomassa pada kondisi optimum, serta yield klorofil-a tertinggi sebesar 1590,2 µg/g
biomassa. Pengujian stabilitas menunjukkan bahwa klorofil berpelarut aseton lebih
stabil dibandingkan metanol dan etanol selama penyimpanan empat pekan. Sintesis
AuNPs menghasilkan larutan berwarna merah anggur dengan puncak serapan UVVis pada 520,45 nm dengan mayoritas AuNPs berdiameter 13-14 nm. Konjugasi
dilakukan terhadap sembilan sampel klorofil dari tiga jenis pelarut berbeda, dan
hasil spektrum menunjukkan bahwa sampel A2N2, M2N2, dan E2N2 memiliki tiga
puncak serapan yang jelas, menjadikannya kandidat yang potensial untuk uji
lanjutan sebagai fotosensitizer dalam fototerapi. | |