Show simple item record

dc.contributor.advisorPutri, Eka Intan Kumala
dc.contributor.advisorRahma, Hania
dc.contributor.authorRahmah, Eva Fauzyah
dc.date.accessioned2025-08-01T15:36:11Z
dc.date.available2025-08-01T15:36:11Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/166441
dc.description.abstractKemiskinan energi merupakan tantangan multidimensional yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemiskinan energi rumah tangga di Indonesia melalui dua pendekatan utama. Pertama, analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan kondisi kemiskinan energi rumah tangga di seluruh provinsi di Indonesia, dengan menggunakan lima indikator utama: akses terhadap listrik, bahan bakar memasak bersih, kepemilikan kulkas, ponsel, dan akses internet. Hasil analisis menunjukkan adanya ketimpangan yang mencolok antara wilayah perkotaan dan perdesaan, terutama di Indonesia bagian timur, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur, yang memiliki tingkat keterbatasan akses energi yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain. Kedua, penelitian ini mengembangkan indeks komposit untuk mengukur tingkat kerentanan wilayah terhadap kemiskinan energi rumah tangga, dengan mengintegrasikan tiga dimensi utama: exposure, sensitivity, dan adaptive capacity, sesuai kerangka IPCC (2022) dan subdimensi aksesibilitas dan keterjangkauan sesuai kerangka PPEO (2010) dalam sebuah indeks bernama Indeks Kerentanan Wilayah dan Kemiskinan Energi (IKWKE). Penelitian ini mempertimbangkan indikator geografis dan risiko multi-bencana untuk menangkap kompleksitas konteks kepulauan di Indonesia. Pendekatan integratif yang menggabungkan dimensi kerentanan wilayah dan kemiskinan energi dalam indeks IKWKE merupakan kontribusi baru dalam studi kemiskinan energi di wilayah kepulauan. Hasil tujuan kedua menunjukkan bahwa wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku memiliki skor IKWKE tertinggi. Tingginya kerentanan di wilayah timur Indonesia mencerminkan tantangan geografis dan infrastruktur yang masih belum memadai. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan energi yang kontekstual, dengan pendekatan berbasis wilayah yang mempertimbangkan kondisi geografis, risiko bencana, dan kesenjangan sosial ekonomi.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Kerentanan Wilayah Terhadap Kemiskinan Energi Rumah Tangga di Indonesiaid
dc.title.alternativeEvaluating Regional Vulnerability to Household Energy Poverty in Indonesia
dc.typeTesis
dc.subject.keywordKerentanan wilayahid
dc.subject.keywordkemiskinan energiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record