| dc.description.abstract | Indonesia, sebagai negara dengan tingkat biodiversitas yang tinggi, memiliki sekitar 9.600 spesies tanaman obat, salah satunya adalah tempuyung (Sonchus arvensis). Namun, tanaman tempuyung masih jarang dibudidayakan oleh masyarakat. Dalam sistem agroforestri, penelitian ini menguji pengaruh pemberian tiga jenis kompos yang berasal dari daun lamtoro, kaliandra, dan sengon sebagai tanaman kehutanan terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman tempuyung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ketiga jenis kompos tersebut terhadap pertumbuhan dan produktivitas tempuyung serta menentukan kompos yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang daun terpanjang, berat basah, dan berat kering. Namun, pada variabel jumlah daun, pengaruhnya tidak signifikan. Kompos daun lamtoro (P3) merupakan perlakuan yang paling optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman tempuyung. Sebaliknya, perlakuan kontrol (P0) menghasilkan produktivitas yang rendah dan pertumbuhan yang belum optimal. | |