Show simple item record

dc.contributor.advisorHernowo, Jarwadi Budi
dc.contributor.advisorPrasetyo, Lilik Budi
dc.contributor.authorIksan, Muh
dc.date.accessioned2025-07-31T22:46:40Z
dc.date.available2025-07-31T22:46:40Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/166334
dc.description.abstractEkosistem Rawa Aopa adalah kawasan rawa yang telah ditetapkan sebagai Situs Ramsar karena menyumbang 1% dari kekayaan spesies dunia. Keberadaan burung air di ekosistem Rawa Aopa saat ini sangat mengkhawatirkan akibat aktivitas masyarakat seperti perburuan liar hewan, yang berdampak pada habitat alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penggunaan ruang dan waktu burung air, meliputi penggunaan waktu makan dan istirahat, asosiasi burung air, faktor yang mempengaruhi keberadaan burung air, serta pemodelan distribusi spasial burung air. Metode Point Count digunakan untuk mengidentifikasi burung air dan mengambil titik koordinat melalui pertemuan langsung dengan burung air. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa habitat burung air terbagi menjadi tiga jenis vegetasi, yang digunakan sebagai fokus area pengamatan (Stasiun Pengamatan): Vegetasi Terbuka, Badan Air, dan Vegetasi Tertutup. Terdapat 14 spesies pakan burung air dari 4 kelas, yaitu Insketa, Pisces, Gastropoda, dan Malacostraca. Indeks keragaman (H') dan indeks kemerataan (E') makanan burung air di setiap area pengamatan menunjukkan keragaman sedang (2.277) di vegetasi terbuka dan badan air (2,412), sementara di vegetasi tertutup menunjukkan (0,139) yang relatif rendah. Indeks keseragaman (E') menunjukkan perbedaan signifikan di badan air (0,86), sedangkan vegetasi terbuka dan tertutup menunjukkan keseragaman rendah (0,06). Indeks kepadatan spesies makanan yang ditemukan di 3 wilayah pengamatan menunjukkan bahwa kepadatan spesies di vegetasi terbuka adalah 63,38 ind/ha, badan air 50,64 ind/ha, dan vegetasi tertutup 17,20 ind/ha. Proporsi penggunaan waktu untuk istirahat umumnya didominasi oleh kelompok burung dengan waktu istirahat yang kurang antara 4 jam sampai 8 jam dan lebih dari 8 jam adapun waktu makan mayoritas kelompok burung menghabiskan waktu dalam rentang waktu 4 8 jam. Namun, ada variasi dalam beberapa kategori seperti rawa dan bebek, yang menunjukkan fleksibilitas waktu makan yang lebih besar. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan burung air adalah jarak sarang dari sumber makanan, jumlah pohon, dan jumlah jenis makanan, yang memiliki pengaruh dominan. Model distribusi burung air di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai menunjukkan beberapa variabel yang mempengaruhi hasil Maximum Entropy (MaxEnt). Variabel dengan pengaruh tertinggi adalah suhu udara (44,3%) dan Indeks Perbedaan Air yang Dinormalisasi (29,9%). Selain itu, salah satu faktor berasal dari aktivitas manusia yang mengganggu dan mengubah ekosistem/pemandangan, terutama di habitat burung air.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDistribusi Pola Penggunaan Ruang dan Waktu Burung Air pada Ekosistem Rawa di TNRAWid
dc.title.alternativeDistribution of Spatial and Temporal Patterns of Waterbirds in the Swamp Ecosystem of TNRAW
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkeanekaragamanid
dc.subject.keywordDistribusi Burung Airid
dc.subject.keywordPenggunaan Ruang dan waktuid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record