| dc.contributor.advisor | Suwanda, Bayu Suriaatmaja | |
| dc.contributor.author | HIZELIA, SHERLI ATTIRA | |
| dc.date.accessioned | 2025-07-26T03:01:07Z | |
| dc.date.available | 2025-07-26T03:01:07Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/165885 | |
| dc.description.abstract | Instagram merupakan salah satu media sosial yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh instansi pemerintah untuk menyampaikan informasi, membangun komunikasi dua arah, serta menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda. Humas Inspektorat Jawa Barat turut menggunakan media ini sebagai sarana publikasi program-program edukatif, termasuk kegiatan West Java Youth Camp (WJYC) yang bertujuan menanamkan nilai integritas kepada pelajar dan mahasiswa. Pemilihan Instagram didasarkan pada karakteristik media yang visual, cepat, dan interaktif, serta sejalan dengan pola konsumsi informasi generasi muda masa kini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan akun Instagram @Inspektorat_Jabar dilakukan oleh Humas Inspektorat Jawa Barat dalam mempublikasikan kegiatan WJYC, serta menganalisis respons audiens terhadap komunikasi digital yang dibangun melalui platform tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dengan pihak humas dan peserta kegiatan, observasi terhadap konten akun Instagram, serta dokumentasi unggahan yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan akun Instagram dilakukan melalui tahapan perencanaan konten, pembuatan desain visual, penjadwalan unggahan, hingga evaluasi performa akun menggunakan fitur Insight. Strategi komunikasi digital yang diterapkan mengikuti prinsip 4C (Context, Communication, Collaboration, dan Connection) yang tercermin dalam cara penyampaian pesan, gaya bahasa, serta keterlibatan dengan audiens. Humas berupaya menyajikan informasi dengan pendekatan yang ringan namun tetap edukatif agar pesan tentang integritas dapat diterima dengan baik oleh kalangan pelajar.
Adapun respons audiens terhadap komunikasi digital yang dilakukan terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu respons kognitif berupa peningkatan pemahaman terhadap program, respons afektif berupa keterlibatan emosional seperti rasa bangga dan termotivasi, serta respons perilaku yang ditunjukkan melalui tindakan seperti membagikan konten, memberikan komentar, atau mendaftar sebagai peserta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram dapat menjadi media komunikasi publik yang efektif bagi instansi pemerintah, terutama dalam menyasar generasi muda melalui pendekatan visual dan interaktif yang terencana dan terukur. | |
| dc.description.abstract | Instagram is one of the social media platforms increasingly utilized by government institutions to disseminate information, build two-way communication, and reach a broader audience, especially among younger generations. The Public Relations division of the West Java Inspectorate uses Instagram as a medium to publicize educational programs, including the West Java Youth Camp (WJYC), which aims to promote integrity values among students. The choice of Instagram is based on its visual, fast, and interactive characteristics, which align with the information consumption habits of the youth.
This research aims to examine how the Instagram account @Inspektorat_Jabar is managed by the West Java Inspectorate’s Public Relations team to promote the WJYC program and to analyze the audience’s response to the digital communication built through the platform. This study employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews with public relations staff and WJYC participants, observation of the Instagram content, and documentation of relevant carouss.
The findings indicate that Instagram management involves content planning, visual design creation, scheduling of posts, and performance evaluation using Instagram Insight features. The communication strategy follows the 4C principle (Context, Communication, Collaboration, and Connection), reflected in message delivery, language style, and audience engagement. The PR team aims to deliver informative yet approachable messages to ensure the message of integrity is well received by students.
Audience responses to the digital communication are categorized into three forms: cognitive response (enhanced understanding of the program), affective response (emotional engagement such as pride and motivation), and behavioral response (actions such as sharing content, commenting, or registering for the event). This research concludes that Instagram can be an effective public communication tool for government institutions, especially in targeting young audiences through a planned and interactive visual communication approach. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengelolaan Instagram @Inspektorat_Jabar sebagai Media Publikasi Event West Java Youth Camp | id |
| dc.title.alternative | Management of Instagram @Inspektorat_Jabar as a Publication Media for the West Java Youth Camp Event | |
| dc.type | Tugas Akhir | |
| dc.subject.keyword | government | id |
| dc.subject.keyword | Instagram | id |
| dc.subject.keyword | public relations | id |
| dc.subject.keyword | publication | id |
| dc.subject.keyword | wjyc | id |