| dc.description.abstract | Jati (Tectona grandis) merupakan komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi. Namun,
pertumbuhannya yang lambat dan tingginya permintaan menyebabkan ketersediaannya semakin
terbatas. Pengelolaan hutan tanaman monokultur rentan terhadap serangan hama dan penyakit,
terutama pada fase pembibitan yang dapat menyebabkan kematian bibit. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi jenis penyakit yang menyerang bibit jati, kejadian, dan intensitas penyakit
di Persemaian Permanen Garahan, Jember. Bibit jati yang menunjukkan gejala penyakit diamati dan
diisolasi dari tiga petak sampel dengan intensitas sebesar 10%, yaitu 75 bibit jati/petak. Parameter
yang diukur meliputi kejadian penyakit dan intensitas penyakit. Intensitas penyakit yang dihitung
menggunakan metode skoring. Identifikasi patogen dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis.
Pengamatan secara makroskopis dilakukan untuk mengamati karakteristik cendawan (diameter,
warna, serta bentuk koloni isolat). Pengamatan secara mikroskopis dilakukan untuk mengamati
struktur miselium, bentuk konidia, dan badan penghasil spora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat tiga jenis penyakit pada bibit jati, yaitu hawar yang disebabkan oleh Lasiodiplodia sp. dan
Curvularia sp., bercak daun yang disebabkan oleh Colletotrichum sp., dan karat daun oleh Olivea
tectonae. Bercak daun Colletotrichum sp. menjadi penyakit yang dominan dengan kejadian penyakit
tertinggi 65,33% dan intensitas penyakit mencapai 45-47%. Hasil penelitian ini penting untuk
pengendalian penyakit dan upaya meminimalkan kematian bibit jati di persemaian. | |