| dc.description.abstract | Perikanan merupakan salah satu subsektor pertanian yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan eknomi Indonesia. Perikanan Indonesia terbagi menjadi dua yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Udang merupakan salah satu komoditas unggul perikanan budidaya Indonesia. Produksi udang secara nasional mengalami fluktuasi dengan trend negatif atau terjadinya penuruanan produksi setiap tahunnya. Udang yang paling banyak dibudidayakan oleh pembudidaya di Indonesia adalah udang vaname (Litopenaeus vannamei). Berdasarkan Kementerian Perikanan dan Kelautan Indonesia Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu sentra udang Vaname di Indonesia yang mengalami penurunan produksi dan juga produktivitas yang lebih besar dibandingkan Provinsi Sentra udang vaname lainnya. Peningkatan produksi dan produktivitas usahatani dapat ditinjau dengan efisiensi penggunapan input produksi yang digunakan oleh petambak dan juga faktor sosial ekonomi dan manajerial petambak. Oleh karena, penelitian efisiensi teknis usaha budidaya udang vaname di Provonsi Jawa Barat penting untuk dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi produksi udang vaname, menganalisis tingkat efisiensi teknis usaha budidaya udang vaname dan juga menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efisiensi teknis usaha budidaya udang vaname di Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mulai dari bulan November - Desember 2024. Penentuan sampel menggunakan teknik multistage sampling. Total responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 160 petambak udang vaname yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan wawancara terhadap petambak yang menjadi responden menggunakan kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SFA (Stochastic Frontier Analysis).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi teknis usaha budidaya udang vaname di Provinsi Jawa Barat sudah efisien secara teknis, hal ini dapat dibuktikan dengan rata-rata nilai efisiensi yang dicapai oleh sebagian besar petambak adalah sebesar 0,83. Namun petambak masih memiliki peluang untuk terus meningkatkan efisiensi teknis usaha budidaya vaname yaitu sebesar 0,17 atau 17 persen untuk mencapai kondisi yang optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha budidaya udang vaname di Provinsi Jawa Barat adalah benur, pakan, tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga serta pompa air. Pakan merupakan variabel yang paling responsif terhadap produksi udang vaname di Provinsi Jawa Barat sehingga peningkatan pakan mampu meningkatkan produksi udang vaname lebih besar dibandingkan dengan variabel lainnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usaha budidaya udang vaname di Kabupaten Indramayu adalah faktor usia yang memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap efisiensi teknis yang artinya semakin tua umur petambak akan menurunkan efisiensi teknis atau petambak muda cendrung lebih efisien. Pengalam memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi teknis yang artinya semakin tinggi pengalaman petambak akan meningkatkan efisiensi teknis. Faktor lain yang memiliki pengaruh positif dan signifikan adalah faktor jumlah tanggungan yang artinya semakin banyak jumlah tanggungan akan meningkatkan efisiensi teknis begitu juga dengan faktor sumber modal yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi teknis yang artinya petambak yang menggunakan modal sendiri cendrung lebih efisien secara teknis dibandingkan dengan petambak yang menggunakan modal lainnya. | |