Show simple item record

dc.contributor.advisorIndriastuti, Cecilia Eny
dc.contributor.advisorWidanarni
dc.contributor.authorROSSALINA, PUTRI MARCELLA
dc.date.accessioned2025-07-17T03:04:41Z
dc.date.available2025-07-17T03:04:41Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/165149
dc.description.abstractIkan lele merupakan komoditas unggulan dalam budidaya perikanan di Indonesia seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Salah satu permasalahan dalam tahap pendederan adalah serangan penyakit yang dapat menurunkan kesehatan dan produktivitas ikan. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami fitofarmaka, seperti simplisia bawang hutan, yang berpotensi meningkatkan imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pemberian bawang hutan yang efektif melalui pakan terhadap peningkatan imunostimulan dan survival rate benih ikan lele. Penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan, yaitu pemberian setiap hari (P1), dua hari seminggu (P2), dan sehari seminggu (P3). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh nyata terhadap sintasan, bobot mutlak, LPBS, dan konversi pakan (p>0,05), namun terdapat pengaruh nyata terhadap panjang mutlak, LPPS (p<0,05). Semua ikan menunjukkan kondisi klinis yang sehat dan aktif. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran standar. Perlakuan P2 direkomendasikan karena mendukung pertumbuhan optimal dengan efisiensi penggunaan bahan tanpa mengganggu kesehatan ikan.
dc.description.abstractCatfish is a leading aquaculture commodity in Indonesia, driven by steadily increasing market demand. One of the main challenges during the nursery phase is disease outbreaks, which can adversely affect fish health and productivity. Preventive measures can be taken using natural phytopharmaceuticals, such as forest onion simplicia, which have potential immunostimulant properties. This study aimed to determine the effective feeding frequency of forest onion simplicia through feed to enhance the immunostimulant response and survival rate of catfish fingerlings. The experiment consisted of three treatment groups: daily feeding (P1), twice a week (P2), and once a week (P3). The results showed no significant differences in survival rate, absolute weight, SGRW, and FCR (p>0,05), but there were significant effects on SGRL (p<0,05). All fish exhibited healthy and active clinical conditions, and water quality parameters remained within optimal ranges throughout the study. The P2 treatment is recommended as it supports optimal growth with efficient use of materials without compromising fish health.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAplikasi Simplisia Bawang Hutan Eleutherine bulbosa melalui Pakan Benih Ikan Lele Clarias sp. dengan Frekuensi Berbeda.id
dc.title.alternativeApplication of Simplisia Bawang Hutan Eleutherine bulbosa through Catfish Seed Feed Clarias sp. with Different Frequencies
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordcatfishid
dc.subject.keywordforest onionid
dc.subject.keywordgrowthid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record