| dc.contributor.advisor | Mulyana, Bedi | |
| dc.contributor.author | SABILLAH, MAISYA | |
| dc.date.accessioned | 2025-07-16T08:37:23Z | |
| dc.date.available | 2025-07-16T08:37:23Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/165115 | |
| dc.description.abstract | Cagar budaya di Kecamatan Lima Kaum, Sumatera Barat, memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, namun belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan cagar budaya sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan dengan menggabungkan pelestarian budaya, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada pengelola, masyarakat, dan pengunjung. Hasil penelitian mengidentifikasi 20 objek cagar budaya diantaranya situs bersejarah, bangunan kolonial, dan prasasti yang memiliki nilai historis dan edukatif. Masyarakat dan pengelola menunjukkan kesiapan yang baik, meskipun terdapat tantangan dalam infrastruktur dan pemahaman konsep ekowisata. Pengunjung termotivasi oleh nilai edukasi dan budaya. Hasil penelitian berupa perencanan program ekowisata budaya yang melibatkan pelestarian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, serta disusun media edukasi berupa leaflet. Pengembangan cagar budaya di Lima Kaum memiliki potensi besar dengan dukungan pengelola, masyarakat, dan pengunjung. | |
| dc.description.abstract | Cultural heritage in Kecamatan Lima Kaum, West Sumatra, has high historical and cultural value, but has not been managed optimally. This research aims to develop cultural heritage as a sustainable ecotourism destination by combining cultural preservation, education, and local economic empowerment. The research method used a descriptive quantitative and qualitative approach, with data collection through observation, interviews, literature studies, and distributing questionnaires to managers, communities, and visitors. The results identified 20 cultural heritage objects including historical sites, colonial buildings, and inscriptions that have historical and educational value. Communities and managers show good readiness, although there are challenges in infrastructure and understanding the concept of ecotourism. Visitors are motivated by educational and cultural values. The results of the research are in the form of cultural ecotourism program planning involving preservation, education, and community empowerment, and educational media in the form of leaflets. The development of cultural heritage in Lima Kaum has great potential with the support of managers, communities, and visitors. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengembangan Cagar Budaya sebagai Destinasi Ekowisata Berkelanjutan di Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar, Sumatera Barat | id |
| dc.title.alternative | Development of Cultural Heritage as a Sustainable Ecotourism Destination in Lima Kaum District, Tanah Datar, West Sumatra | |
| dc.type | Tugas Akhir | |
| dc.subject.keyword | Cultural Heritage | id |
| dc.subject.keyword | Ustainable Ecotourism | id |
| dc.subject.keyword | Lima Kaum | id |