Show simple item record

dc.contributor.advisorSantoso, Hudi
dc.contributor.authorGUMILANG, GITA GIANTY
dc.date.accessioned2025-06-26T03:04:30Z
dc.date.available2025-06-26T03:04:30Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163113
dc.description.abstractKomunikasi menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya ialah komunikasi nonverbal. Saat ini, berkomunikasi dapat dilakukan melalui media sosial yang telah berkembang menjadi alat untuk menciptakan komunikasi inklusif bagi para disabilitas, khususnya para disabilitas Tuli. @assyiffadindha merupakan salah satu kreator yang membuat konten edukasi mengenai bahasa isyarat di platform TikTok. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis strategi konten edukasi bahasa isyarat dalam membangun engagement dengan audiens berdasarkan teori dimensi komunikasi dan juga untuk melihat bagaimana audiens merespon konten edukasi Tuli yang diunggah oleh kreator @assyiffadindha di platform TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada menggambarkan suatu fenomena sosial secara mendalam tanpa melibatkan pengukuran angka atau statistik. Data penelitian dikumpulkan dengan menganilisis video di TikTok @assyiffadindha yang diperkuat dengan tinjauan literatur dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian dan juga data melalui wawancara dengan beberapa narasumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @assyiffadindha mampu menyajikan aspek lima dimensi komunikasi untuk membangun engagement melalui unggahan konten edukatif mengenai bahasa isyarat yang dibagikannya di TikTok. Strategi yang digunakan oleh @assyiffadindha dalam membuat konten edukasi dianalisis menggunakan teori difusi inovasi oleh Rogers dan Shoemaker (2004). Respon audiens terhaadap konten edukasi yang diunggah oleh @assyiffadindha dianalisis menggunakan engagement theory oleh Kearsley dan Schneiderman (1999). Konten yang dibuat oleh @assyiffadindha menggunakan teknik rule of thirds, yaitu prinsip dasar dalam komposisi visual yang digunakan dalam seni visual. Teknik tersebut dilakukan guna membantu untuk menciptakan tata letak visual yang seimbang dan juga menarik. @assyiffadindha juga membuat subtitle manual dalam videonya agar konten tersebut dapat dimengerti oleh audiens yang belum mengetahui atau memahami mengenai bahasa isyarat. Strategi lain yang juga digunakan selain melalui teori lima dimensi komunikasi ialah adanya konsistensi dalam membuat konten. Tahun 2023 hingga 2024 terlihat bahwa @assyiffadindha konsisten dalam membuat konten edukasi tersebut. Respon audiens menunjukkan banyak komentar positif dengan adanya konten edukasi Tuli tersebut, beberapa audiens mendukung konten tersebut dengan komentar “semangat”, “terima kasih”, serta komentar lainnya yang menunjukkan ketertarikan untuk belajar bahasa isyarat. Hasil penelitian juga menunjukkan media sosial mampu membantu @assyiffadindha mengatasi keterbatasannya dalam berkomunikasi melalui fitur-fitur yang telah disediakan oleh platform TikTok, seperti membuka fitur kolom komentar. Strategi ini dapat diadopsi oleh para kreator disabilitas untuk menyuarakan suaranya di media sosial sehingga dapat lingkungan yang inklusif bagi para disabilitas.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Komunikasi Visual Nonverbal Konten Edukasi Tuli di TikTok @assyiffadindha dalam Membangun Engagementid
dc.title.alternativeNonverbal Visual Communication Strategies for Deaf Education Content on TikTok @assyiffadindha in Building Engagement
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordEngagementid
dc.subject.keywordTiktokid
dc.subject.keywordKonten Edukasiid
dc.subject.keywordTuliid
dc.subject.keywordBahasa Isyaratid
dc.subject.keywordInklusifid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record