Show simple item record

dc.contributor.advisorDahlan, Kiagus
dc.contributor.advisorSantoso, Koekoch
dc.contributor.authorIchwansyah
dc.date.accessioned2025-06-25T02:05:38Z
dc.date.available2025-06-25T02:05:38Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162931
dc.description.abstractMamalia merupakan model favorit untuk dipelajari, karena memiliki struktur dan fungsi sistem visual yang serupa dengan manusia. Meskipun ada perbedaan yang nyata antara penglihatan manusia dan tikus putih, yaitu mencit tidak memiliki fovea yang didominasi cone bila dibandingkan dengan manusia, tetapi untuk mengerti sistem visual tikus dapat dijelaskan struktur fundamental dan fungsi dari sistem visual mamalia. Karena tikus (pengerat) merupakan golongan terbesar mamalia, mewakili 40% spesies mamalia. Penerimaan sifat dasar lapisan visual sel tikus dapat dibandingkan secara kualitatif dapat dibandingkan dengan mata depan mamalia Perlakuan cahaya dari sumber gelombang tertentu yang diberikan, sinyal-sinyal yang diterima pada cone dan fovea yang terletak pada retina yang selanjutnya akan mengirim infomasi ke Nuklei vestibularis (dibatang otak) dan ditransmisikan ke Sistem Saraf Pusat yang berfungsi sebagai pengatur gerak tubuh. Efek dari warna lingkungan yang diberikan berakibat pada respon, yang bergantung dari panjang gelombang range tertentu yang diterima oleh objek. Dengan efek terbesar diberikan pada kisaran warna hijau. Peningkatan intensitas cahaya sumber membuat objek respon lebih sensitif dari intensitas sebelumnya, karena adanya peningkatan potensial lonjakan/spike yang diterima.
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEfek Gerak Fisiologis Mencit (Mus musculus) dengan Perlakuan Cahayaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record