| dc.description.abstract | Studi mengenai biomaterial terus berkembang sampai saat ini, mulai dari jenis bahan untuk biomaterial sampai pada implantasi bahan biokompatibel pada makhluk hidup. Salah satunya studi tentang mineral dalam jaringan keras, meliputi struktur dan komposisi mineralnya, serta pembuatan material sintetis yang mempunyai karakteristik mineral untuk biomaterial
Tulang sebagai jaringan keras mempunyai peran sangat penting dalam tubuh, yaitu berfungsi sebagai penyokong utama, penguat, pelindung jaringan lunak dan untuk fungsi lainnya. Pada pembentukan tulang, sel-sel tulang keras membentuk senyawa kalsium fosfat dan senyawa kalsium karbonat. Senyawa kalsium fosfat ini yang memberikan sifat keras pada jaringan tulang dan gigi.
Pengetahuan mengenai sifat mineral dalam tulang sangat penting, terutama pada manusia. Proses mineralisasi atau disebut proses kalsifikasi, sebagai fungsi umur akan memberikan informasi mengenai proses pertumbuhan dan pendewasaan senyawa kalsium fosfat dalam jaringan keras. Proses kalsifikasi senyawa inorganik ini berkaitan erat dengan proses presipitasi, dan konversi kalsium fosfat amorf menjadi kristal stabil kalsium fosfat. Kristal kalsium fosfat dalam jaringan keras tersebut dikenal sebagai kristal apatit
Dalam penelitian ini akan dilakukan pembuatan senyawa kalsium fosfat sintetis melalui presipitasi dari larutan jenuh ion kalsium dan fosfat serta pengaruh penambahan ion asing yaitu ion CO,, ion F dan ion Mg. Hasil presipitasi akan dianalisis mengenai komposisi dan morfologi senyawa kalsium fosfat, menggunakan alat SEM (Scanning Elektron Microscope), EDXA (Energy Dispersive X-Ray Analysis), dan XRD (X-Ray Diffraction) digunakan untuk mengindentifikasi kristal kalsium fosfat. Karenanya pengetahuan mikrokristallografi sangat dibutuhkan, untuk menentukan parameter-parameter kristal seperti konstanta kisi, sistem kristal dan ukuran kristal yang terbentuk dari presipitan senyawa kalsium fosfat karbonat. | |