| dc.description.abstract | Cendawan endofit merupakan cendawan yang terdapat pada jaringan tanaman yang sehat dan tidak menimbulkan gejala penyakit serta bersifat mutualisme dengan tanaman. Eksplorasi cendawan endofit pada tanaman kehutanan masih terbatas dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keanekaragaman cendawan endofit pada tanaman ulin dan mengidentifikasi karakteristik morfospesiesnya, menganalisis pengaruh cendawan endofit terhadap pertumbuhan benih secara in vitro, menganalisis tingkat penghambatan cendawan endofit pada tanaman ulin
terhadap patogen secara in-vitro. Isolasi cendawan endofit dilakukan melalui sterilisasi bertahap. Identifikasi morfospesies cendawan endofit berdasarkan karakteristik morfologis koloni seperti warna, tekstur, dan pola pertumbuhan. Hasil isolasi cendawan endofit selanjutnya dilakukan analisis keanekaragaman, frekuensi koloni, uji patogenisitas, dan uji antagonis secara in vitro. Hasil isolasi menunjukkan terdapat 25 jenis cendawan endofit berdasarkan morfospesies. Indeks keanekaragaman dan kekayaan tertinggi terdapat pada jaringan batang batang yaitu 2,34 dan 3,79. Frekuensi koloni tertinggi juga terdapat pada organ batang (70%). Empat isolat cendawan endofit (AU5.1, AU5.2, ABU3.3, dan DU3.1). tidak menunjukkan sifat patogen terhadap benih uji. Isolat AU5.2 dan DU3.1 secara
signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan benih dibanding kontrol. Persentase penghambatan cendawan endofit terhadap patogen uji (Pestalotia sp, Ganoderma sp, dan Rhizoctonia solani) bervariasi dari 12,83% sampai 58,97%. Isolat AU5.2 menunjukkan persentase penghambatan tertinggi. Dengan demikian, cendawan endofit dari tanaman ulin memiliki potensi besar sebagai agen pengendali hayati | |