| dc.contributor.advisor | Rachmina, Dwi | |
| dc.contributor.advisor | Feryanto | |
| dc.contributor.author | Sisva, Yuuki Zharfan | |
| dc.date.accessioned | 2025-06-05T08:35:31Z | |
| dc.date.available | 2025-06-05T08:35:31Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162302 | |
| dc.description.abstract | Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam memahami, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan yang bijak dalam aktivitas ekonomi, termasuk dalam usaha agribisnis. Dalam konteks peternakan sapi perah, kemampuan ini penting untuk merencanakan keuangan, mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha, serta mengakses berbagai produk keuangan seperti tabungan, pinjaman, dan asuransi. Kecamatan Pangalengan sebagai sentra produksi susu menghadapi tantangan serius akibat fluktuasi produksi, termasuk dampak wabah penyakit pada tahun 2022, yang mempertegas pentingnya literasi keuangan dalam meningkatkan ketahanan usaha peternak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap risiko produksi peternakan sapi perah. Sebanyak 89 peternak dari sembilan kelompok ternak yang terdaftar di KPBS Pangalengan dipilih melalui metode proportional random sampling dengan pendekatan rumus Yamane. Model analisis yang digunakan adalah fungsi risiko Just dan Pope. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko produksi, artinya semakin tinggi literasi keuangan peternak, semakin rendah risiko produksi yang mereka hadapi.
Rata-rata indeks literasi keuangan peternak sebesar 63,32 persen, dengan skor tertinggi pada dimensi pengetahuan (75,1%), diikuti oleh sikap (60,4%), dan perilaku (53,8%). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun peternak memahami konsep dasar keuangan, banyak di antaranya belum menerapkannya secara konsisten dalam praktik usaha sehari-hari. Perlu adanya upaya peningkatan literasi keuangan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku melalui pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Risiko produksi usaha peternakan sapi perah pada sembilan kelompok ternak KPBS tergolong dalam kategori moderat, dengan koefisien variasi sebesar 13 persen. Selain literasi keuangan yang berperan menurunkan risiko produksi, terdapat pula faktor-faktor lain yang berkontribusi meningkatkan risiko, yaitu keberadaan penyakit, jumlah sapi laktasi, dan penggunaan pakan onggok. Sebaliknya, pengalaman usaha, kepemilikan asuransi ternak, jarak kandang yang jauh dari pusat lalu lintas manusia, serta penggunaan pakan silase terbukti berkontribusi dalam menurunkan risiko produksi.
Implikasi manajerial dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan risiko produksi peternakan sapi perah memerlukan pendekatan terpadu yang berfokus pada penguatan faktor-faktor yang terbukti menurunkan risiko, seperti peningkatan literasi dan manajemen keuangan, penerapan biosekuriti, perhatian terhadap kesejahteraan hewan, serta pemilihan dan pengelolaan pakan yang baik. Kolaborasi antara peternak, koperasi, dan lembaga keuangan diperlukan melalui pelatihan, pendampingan, dan akses terhadap produk keuangan yang relevan guna membentuk ekosistem peternakan yang tangguh dan berkelanjutan. | |
| dc.description.abstract | Financial literacy is an individual's ability to understand, manage and make wise financial decisions in economic activities, including in agribusiness. In the context of dairy farming, this ability is important for financial planning, recording business income and expenses, and accessing various financial products such as savings, loans and insurance. Pangalengan sub-district as a milk production center faces serious challenges due to fluctuations in production, including the impact of disease outbreaks in 2022, which emphasizes the importance of financial literacy in improving the resilience of farmers' businesses.
This study aims to analyze the effect of financial literacy on dairy farm production risk. A total of 89 farmers from nine livestock groups registered at KPBS Pangalengan were selected through proportional random sampling method with the Yamane formula approach. The analysis model used was the Just and Pope risk function. The results showed that financial literacy has a negative and significant influence on production risk, meaning that the higher the financial literacy of farmers, the lower the production risk they face.
The average financial literacy index of farmers was 63.32 percent, with the highest score on the knowledge dimension (75.1%), followed by attitude (60.4%), and behavior (53.8%). This shows that although farmers understand basic financial concepts, many of them have not applied them consistently in their daily business practices. Efforts are needed to improve financial literacy that not only focuses on knowledge, but also encourages changes in attitude and behavior through applicable and sustainable training.
The production risk of dairy farming in the nine KPBS livestock groups is classified as moderate, with a coefficient of variation of 13 percent. In addition to financial literacy that plays a role in reducing production risk, there are also other factors that contribute to increasing risk, namely the presence of disease, the number of lactating cows, and the use of onggok feed. Conversely, business experience, ownership of livestock insurance, distance from human traffic centers, and use of silage feed were found to contribute to lowering production risk.
The managerial implications of this study suggest that managing dairy farm production risk requires an integrated approach that focuses on strengthening factors proven to reduce risk, such as improving financial literacy and management, implementing biosecurity, paying attention to animal welfare, and selecting and managing good feed. Collaboration between farmers, cooperatives and financial institutions is needed through training, mentoring and access to relevant financial products to form a resilient and sustainable farm ecosystem. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Risiko Produksi Usaha Peternakan Sapi Perah di Kecamatan Pangalengan Bandung | id |
| dc.title.alternative | The Effect of Financial Literacy on Production Risk of Dairy Farming Businesses in Pangalengan District, Bandung | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | literasi keuangan | id |
| dc.subject.keyword | Peternakan Sapi Perah | id |
| dc.subject.keyword | risiko produksi | id |
| dc.subject.keyword | Just and pope | id |