Show simple item record

dc.contributor.advisorFariyanti, Anna
dc.contributor.advisorNahrowi
dc.contributor.authorWinanningrum, Rr. Anik
dc.date.accessioned2025-06-02T23:21:08Z
dc.date.available2025-06-02T23:21:08Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161849
dc.description.abstractAkses terhadap pangan yang aman, bermutu, dan bergizi merupakan kebutuhan dasar setiap individu dan kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan serta memenangkan kompetisi ekonomi global. Sebagai negara agraris dengan visi menjadi lumbung pangan dunia pada 2045, Indonesia perlu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya higienis dan sanitasi pangan. Oleh karena itu, diperlukan kerangka regulasi yang menekankan bahwa ketahanan pangan tidak dapat terwujud tanpa keamanan pangan. BPMSPH, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengujian dan sertifikasi keamanan serta mutu produk hewani, memainkan peran krusial dalam memastikan pangan aman dan mencegah risiko kesehatan. Meski pencapaian pengujian produk selama 2020–2022 sangat positif, pelayanan BPMSPH belum memenuhi standar Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), menghadapi tantangan dalam dinamika industri produk olahan hewani yang terus berkembang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: 1) Mengidentifikasi kendala dalam Pelayanan di BPMSPH untuk memenuhi ekspektasi stakeholder, 2) Menganalisis faktor-faktor strategis yang memengaruhi Pelayanan di BPMSPH, dan 3) Merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan pelayanan di BPMSPH untuk mencapai standar WBBM. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan kuesioner dengan purposive sampling, serta data sekunder dari instansi terkait dan kajian pustaka. Analisis dilakukan menggunakan metode SERVQUAL, SWOT, dan AHP untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan layanan yang belum memenuhi ekspektasi pelanggan, dengan prioritas perbaikan pada penggunaan platform digital untuk interaksi pelanggan, pemberian solusi efektif oleh petugas, akses mudah ke layanan bantuan, peningkatan pengetahuan petugas, dan penyediaan informasi digital yang mempermudah akses pelanggan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa berdasarkan Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE), kekuatan utama BPMSPH sebagai laboratorium kesehatan masyarakat veteriner memiliki skor 1,96, lebih tinggi dibandingkan kelemahannya yang memiliki skor 1,04, sementara Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) menunjukkan peluang dengan skor 1,53 dan ancaman dengan skor 1,37. Ini mengindikasikan bahwa BPMSPH mampu memanfaatkan peluang eksternal untuk menghadapi ancaman. Berdasarkan analisis AHP, strategi utama adalah memperkuat jaminan layanan melalui peningkatan kompetensi petugas dan pengembangan teknologi informasi, yang diharapkan dapat meningkatkan indeks kepuasan layanan, mendukung pencapaian standar WBBM, dan memastikan pelayanan yang lebih profesional, efisien, serta sesuai harapan pengguna jasa.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleTransformasi Pelayanan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayaniid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAHPid
dc.subject.keywordBPMSPHid
dc.subject.keywordfood safetyid
dc.subject.keywordpublic serviceid
dc.subject.keywordservqualid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record