Show simple item record

dc.contributor.advisorPambudy, Rachmat
dc.contributor.advisorBurhanuddin
dc.contributor.authorSetiyaningasih, Aisyah
dc.date.accessioned2025-06-02T08:39:38Z
dc.date.available2025-06-02T08:39:38Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161846
dc.description.abstractSorgum merupakan komoditas potensial dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia. Kabupaten Lamongan memiliki peluang besar untuk mengembangkan usahatani sorgum seiring meningkatnya permintaan pasar dan diversifikasi pangan. Petani dengan orientasi kewirausahaan tinggi lebih adaptif terhadap perubahan pasar serta mampu memanfaatkan peluang usaha dan sumber daya untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan lingkungan terhadap orientasi kewirausahaan dan kinerja usahatani sorgum di Kabupaten Lamongan, dan menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja usahatani sorgum di Kabupaten Lamongan . Penelitian dilakukan secara kuantitatif menggunakan data primer dengan metode sensus terhadap 105 petani sorgum. Analisis data menggunakan teknik Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan pendekatan embedded two-stage approach. Gambaran petani sorgum di Kabupaten Lamongan menunjukkan bahwa mayoritas berusia 42-57 tahun, berjenis kelamin laki-laki, serta memiliki tingkat pendidikan SMA. Pengalaman bertani sorgum berkisar antara 1-7 tahun. Petani mengelola lahan kurang dari satu hektar dengan kepemilikan sendiri. Varietas yang ditanam merupakan jenis sorgum putih varietas Numbu. Hasil panen dipasarkan melalui tengkulak dan pasar lokal, sementara sebagian kecil menjual melalui kelompok tani. Faktor internal dan lingkungan berpengaruh positif terhadap orientasi kewirausahaan dan kinerja usahatani sorgum. Petani sorgum dengan sumber daya manusia yang baik cenderung lebih inovatif, proaktif, dan mandiri dalam mengambil keputusan. Dukungan dari lingkungan seperti peluang usaha dan kebijakan pemerintah mendorong petani sorgum untuk berinovasi dan menjalankan usahatani sorgum secara mandiri. Sebaliknya, keterbatasan modal dan karakteristik usaha yang kurang mendukung dapat menghambat pengambilan risiko dalam berwirausaha. Petani sorgum yang memiliki orientasi kewirausahaan yang kuat cenderung lebih produktif dan memiliki daya saing lebih tinggi. Diversifikasi produk, pemasaran digital, dan pemanfaatan teknologi pertanian menjadi strategi utama dalam meningkatkan nilai tambah sorgum di Kabupaten Lamongan. Optimalisasi faktor internal dan lingkungan serta penguatan orientasi kewirausahaan menjadi kunci peningkatan kinerja usahatani sorgum yang berkelanjutan. Kolaborasi antara petani, pemerintah, akademisi, dan industri diperlukan agar sorgum menjadi komoditas unggulan yang mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah di Kabupaten Lamongan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usahatani Sorgum di Kabupaten Lamonganid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkinerja usahataniid
dc.subject.keywordorientasi kewirausahaanid
dc.subject.keywordpartial least squares (PLS)id
dc.subject.keywordsorgumid
dc.subject.keywordKabupaten Lamonganid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record