| dc.description.abstract | Sorgum merupakan komoditas potensial dalam mendukung ketahanan
pangan dan ekonomi Indonesia. Kabupaten Lamongan memiliki peluang besar
untuk mengembangkan usahatani sorgum seiring meningkatnya permintaan pasar
dan diversifikasi pangan. Petani dengan orientasi kewirausahaan tinggi lebih
adaptif terhadap perubahan pasar serta mampu memanfaatkan peluang usaha dan
sumber daya untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan lingkungan terhadap
orientasi kewirausahaan dan kinerja usahatani sorgum di Kabupaten Lamongan,
dan menganalisis pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja usahatani
sorgum di Kabupaten Lamongan . Penelitian dilakukan secara kuantitatif
menggunakan data primer dengan metode sensus terhadap 105 petani sorgum.
Analisis data menggunakan teknik Partial Least Squares-Structural Equation
Modeling (PLS-SEM) dengan pendekatan embedded two-stage approach.
Gambaran petani sorgum di Kabupaten Lamongan menunjukkan bahwa mayoritas
berusia 42-57 tahun, berjenis kelamin laki-laki, serta memiliki tingkat pendidikan
SMA. Pengalaman bertani sorgum berkisar antara 1-7 tahun. Petani mengelola
lahan kurang dari satu hektar dengan kepemilikan sendiri. Varietas yang ditanam
merupakan jenis sorgum putih varietas Numbu. Hasil panen dipasarkan melalui
tengkulak dan pasar lokal, sementara sebagian kecil menjual melalui kelompok
tani.
Faktor internal dan lingkungan berpengaruh positif terhadap orientasi
kewirausahaan dan kinerja usahatani sorgum. Petani sorgum dengan sumber daya
manusia yang baik cenderung lebih inovatif, proaktif, dan mandiri dalam
mengambil keputusan. Dukungan dari lingkungan seperti peluang usaha dan
kebijakan pemerintah mendorong petani sorgum untuk berinovasi dan
menjalankan usahatani sorgum secara mandiri. Sebaliknya, keterbatasan modal
dan karakteristik usaha yang kurang mendukung dapat menghambat pengambilan
risiko dalam berwirausaha. Petani sorgum yang memiliki orientasi kewirausahaan
yang kuat cenderung lebih produktif dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Diversifikasi produk, pemasaran digital, dan pemanfaatan teknologi pertanian
menjadi strategi utama dalam meningkatkan nilai tambah sorgum di Kabupaten
Lamongan. Optimalisasi faktor internal dan lingkungan serta penguatan orientasi
kewirausahaan menjadi kunci peningkatan kinerja usahatani sorgum yang
berkelanjutan. Kolaborasi antara petani, pemerintah, akademisi, dan industri
diperlukan agar sorgum menjadi komoditas unggulan yang mendukung ketahanan
pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah di Kabupaten Lamongan. | |