| dc.description.abstract | Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang utama emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Kota Bogor, yang berdampak pada penurunan kualitas udara dan perubahan iklim. Dengan kondisi sektor transportasi yang ada, kebijakan yang tepat diperlukan untuk mengurangi dampak emisi terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi mitigasi dan adaptasi yang paling relevan untuk menurunkan emisi GRK dari sektor transportasi di Kota Bogor.
Berdasarkan analisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP), peremajaan armada angkutan umum muncul sebagai strategi mitigasi paling efektif, dengan bobot prioritas tertinggi. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan lima pemangku kepentingan utama, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Transportasi Pakuan, Dinas Perhubungan Kota Bogor, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor, serta melalui penyebaran kuesioner melalui Google Form sebanyak 400 responden masyarakat dipilih berdasarkan kriteria domisili dan kepemilikan serta penggunaan kendaraan pribadi di wilayah Kota Bogor. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber terpercaya, seperti dokumen kebijakan pemerintah daerah, jurnal ilmiah, buku, laporan hasil penelitian terdahulu, dan berbagai literatur relevan lainnya yang berkaitan dengan isu emisi GRK dan kebijakan transportasi.
Kebijakan ini melibatkan penggantian kendaraan lama dengan teknologi ramah lingkungan, seperti bus listrik atau berbahan bakar gas. Selain itu, reformasi sistem transit dan penerapan manajemen parkir mendukung pengurangan emisi melalui peningkatan aksesibilitas transportasi umum dan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi.
Di sisi lain, strategi adaptasi seperti pembatasan jumlah kendaraan dan peningkatan ruang terbuka hijau juga dinilai penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan kualitas lingkungan. Rekomendasi kebijakan mencakup integrasi berbagai strategi ini melalui insentif finansial, pembaruan regulasi, dan edukasi publik untuk menciptakan sistem transportasi yang berkelanjutan dan rendah emisi. Hasil penelitian ini memberikan panduan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan transportasi ramah lingkungan yang efektif di Kota Bogor. Dengan menggabungkan strategi adaptasi dan mitigasi secara sinergis, diharapkan dapat tercipta sistem transportasi yaang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan. | |