| dc.description.abstract | LILI EFNITA. Strategi Pengembangan Usaha Pakaian Eceran di Pasar Tradisional Cibinong Kabupaten Bogor Jawa Barat di Era Pasca Pandemi COVID-19. Dibimbing oleh MA’MUN SARMA dan ELISA ANGGARAENI.
Pasar Cibinong di Kabupaten Bogor, memiliki peran vital dalam perekonomian lokal. Pedagang di pasar tradisional, khususnya pedagang pakaian, menghadapi tantangan berupa penurunan daya beli pasca pandemi COVID-19 dan persaingan dengan platform e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kondisi pedagang pakaian eceran selama dan pasca pandemi COVID-19, (2) menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha, (3) merumuskan strategi untuk meningkatkan daya saing, dan (4) menentukan prioritas strategi yang direkomendasikan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 5 responden (3 pedagang pakaian dan 2 pengelola pasar), observasi, dan kuesioner yang diisi oleh 30 konsumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode SWOT dan AHP (Analytical Hierarchy Process). SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pedagang pakaian, sedangkan AHP digunakan untuk menentukan prioritas strategi pengembangan usaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan pendapatan pedagang pakaian di Pasar Cibinong. Meskipun jumlah pedagang meningkat pasca pandemi, daya beli konsumen tetap rendah. Pedagang memiliki kekuatan dalam hal interaksi sosial dan fleksibilitas harga. Adaapun kekurangannya adalah dalam hal pemanfaatan teknologi. Analisis SWOT mengidentifikasi beberapa peluang, seperti posisi Pasar Cibinong sebagai pusat belanja utama dan kepercayaan konsumen lokal, serta ancaman berupa persaingan dengan toko online. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan empat strategi utama, yaitu "Integrasi Horizontal Pedagang", "Cibinong Go Digital", "Cibinong Easy Pay", dan "Cibinong Nyaman Belanja". Analisis AHP menunjukkan bahwa strategi "Cibinong Go Digital" merupakan prioritas utama dengan bobot 0,49. Strategi ini menitikberatkan pada integrasi pasar tradisional dengan platform e-commerce dan pelatihan digital bagi pedagang.
Strategi "Cibinong Go Digital" diharapkan dapat meningkatkan daya saing pedagang Pasar Cibinong dalam menghadapi tantangan e-commerce. Implementasi strategi ini memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan seluruh aspek manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, hingga pengawasan. Penelitian ini merekomendasikan agar PD Pasar Tohaga dan pemerintah daerah aktif mendukung dan memfasilitasi pedagang dalam mengadopsi teknologi digital. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk terus mendukung pasar tradisional. | |