| dc.description.abstract | Instalasi Reaktor Serbaguna Gerrit Augustinus Siwabessy (RSG-GAS)
BRIN dilengkapi dengan sistem keamanan agar reaktor beroperasi secara aman dan
efisien berupa sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin primer
menggunakan media air demineralisasi, sedangkan sistem pendingin sekunder
menggunakan air tanah yang ditambah dengan zat aditif. Pipa pendingin sekunder
terbuat dari baja karbon yang mudah mengalami korosi karena air tanah
mengandung garam-garam yang larut di dalamnya seperti sulfat, kalsium dan
klorida, serta adanya oksigen dan gas-gas korosif karena sistem pemipaan terbuka
sehingga kontak langsung dengan udara. Penambahan zat aditif larutan zink-fosfat
ke dalam air pendingin bertujuan untuk mencegah terjadinya korosi/kerak. Selain
inhibitor tersebut dalam penelitian ini ditambahkan inhibitor organik minyak kotor
Dietanolamida (miko-DEA) untuk mengendalikan terbentuknya kerak. Komposisi
kimia sampel uji hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF)
terdiri dari C (0,126%), Si (0,183%), Ti (0,051%), Mn (0,234%), Cr (0,055%) dan
Fe sebagai matrik. Karakterisasi gugus fungsional dalam inhibitor zink-fosfat dan
miko-DEA dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR)
Spectroscopy. Inhibitor zink-fosfat mengandung gugus fungsional O-H dan finger
print PO43-. Sedangkan gugus fungsional yang terdapat dalam inhibitor miko-DEA
adalah O-H, C-H alifatik, C=O karboksilat dan C=O amida. Inhibitor zink-fosfat
dan miko-DEA masing-masing disiapkan dengan konsentrasi 25, 35, 50, 75 dan
100 ppm dalam media NaCl 0,1%. Sampel baja karbon rendah dipotong berbentuk
silinder dengan diameter 1,5 cm dan tebal 3 mm. Uji korosi pada temperatur 25 °C
dilakukan menggunakan metode elektrokimia. Berdasarkan hasil uji korosi, kondisi
optimal dengan laju korosi terendah diperoleh pada konsentrasi zink-fosfat 35 ppm
dan konsentrasi miko-DEA 75 ppm. Laju korosi yang diperoleh sebesar 11,70 mpy
dengan menggunakan zink-fosfat 35 ppm, sedangkan menggunakan Miko-DEA 75
ppm diperoleh laju korosi 9,59 mpy. Optimasi campuran zink-fosfat dan miko-DEA
menggunakan metode full factorial diperoleh kombinasi zink-fosfat : miko-DEA
adalah 50 ppm :75 ppm. Laju korosi yang diperoleh sebesar 10,57 mpy. Kombinasi
inhibitor tersebut mampu menurunkan laju korosi hingga 60,95%. Mekanisme
pelapisan yang terjadi antara baja karbon dengan inhibitor diamati menggunakan
Scanning Electron Microscope (SEM) yang dilengkapi dengan Energi Dispersive
Spectrometry (EDS) untuk mengetahui komposisi kimianya menunjukkan bahwa
terbentuk lapisan Zn pada permukaan sampel setelah dlakukan uji korosi. | |