| dc.description.abstract | Sidaguri (Sida rhombifolia) adalah tumbuhan yang sering ditemukan di hutan, ladang, atau tepi jalan. Sidaguri telah banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk mencegah maupun mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, sakit kepala, diare, tuberkulosis, wasir, malaria, reumatik, gout, penyakit jantung, dan penyakit kulit. Selain itu, sidaguri secara ilmiah telah diketahui memiliki beberapa aktivitas biologis seperti antihiperglikemik, antioksidan, dan antiinflamasi. Saat ini sidaguri telah tersedia dalam bentuk produk obat herbal komersial terutama untuk pengobatan gout. Meskipun telah banyak dipasarkan, sidaguri belum banyak dibudidayakan, sehingga bahan baku sidaguri umumnya diperoleh secara liar. Hal ini berpotensi terjadinya substitusi atau dipalsukannya dengan tumbuhan lain yang memiliki bentuk morfologi yang mirip, misalnya bunga duha (Turnera subulata). Pemalsuan bahan baku ini dapat menyebabkan inkonsistensi khasiat serta mungkin akan berdampak buruk bagi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode identifikasi dan autentikasi untuk memverifikasi keaslian bahan bakunya. Identifikasi dan autentikasi ini dapat dilakukan dengan pendekatan sidik jari senyawa metabolit dari daun sidaguri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode identifikasi dan autentikasi daun sidaguri menggunakan fusi data spektrum UV-Vis dan FTIR-ATR yang dikombinasi dengan kemometrik. Identifikasi dan autentikasi daun sidaguri dilakukan dengan mencampurkan daun sidaguri dengan daun bunga duha dengan variasi pemalsu yang digunakan sebanyak 5%, 25%, dan 50%. Daun sidaguri, bunga duha, dan variasi pemalsuannya kemudian diukur dengan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR-ATR. Selanjutnya spektrum UV-Vis dan FTIR-ATR daun sidaguri, bunga duha, dan variasi pemalsu digabungkan dengan stratrgi fusi data. Selanjutnya fusi data dari nilai absorbansi spektrum UV-Vis dan FTIR-ATR seluruh sampel digunakan sebagai variabel, kemudian dilakukan analisis kemometrik menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Orthogonal Partial Least Square-Discriminant Analysis (OPLS-DA) untuk membedakan sampel-sampel tersebut.
Pengelompokan sampel ke dalam grupnya masing-masing ditunjukkan oleh plot OPLS-DA, sedangkan pada plot PCA belum mampu membedakan antara sidaguri dan pemalsunya. Kebaikan model OPLS-DA yang diperoleh ditentukan oleh nilai R2X, R2Y, dan Q2. Nilai R2X, R2Y, dan Q2 model OPLS-DA pada penelitian ini secara berurutan sebesar 0,977; 0,666; dan 0,576. Nilai tersebut telah sesuai dengan kriteria keberterimaan yakni lebih dari 0,5, sehingga dapat dikatakan bahwa metode identifikasi dan autentikasi daun sidaguri menggunakan fusi data spektrum UV-Vis dan FTIR-ATR memiliki tingkat keakuratan yang baik. | |