| dc.description.abstract | Pemerintah daerah melakukan identifikasi dan pengelolaan sektor atau komoditas potensial untuk menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perekonomian Ngawi mengandalkan sektor pertanian yang berkontribusi lebih dari 30% dan menyerap tenaga kerja lebih dari 40%. Padi menjadi komoditas terbesar didukung sawah 50.715 ha dan produktivitas lebih dari 6 ton/ha. Intensitas produksi membuat kesuburan tanah menurun dan biaya pertanian menjadi mahal, namun hasil panen tidak dijual pada harga terbaik. Petani berhadapan dengan pupuk subsidi yang berkurang sehingga program pertanian berkelanjutan menjadi usaha untuk memudahkan petani mencukupi kebutuhan dengan pupuk organik.
Berdasarkan kondisi dan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja dan keberlanjutan sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi; mengukur keberlanjutan pertanian menggunakan indeks komposit; dan merumuskan strategi pembangunan daerah melalui pertanian berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan dengan analisis LQ, DLQ, dan shift share pada PDRB Ngawi dan Jawa Timur untuk mengetahui posisi sektor pertanian, keberlanjutan, dan kinerjanya. Selanjutnya dilakukan pengukuran indeks pertanian berkelanjutan pada dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan data dari DKPP, BPS, dan PPID. Terakhir perumusan strategi menggunakan analisis SWOT dan dikembangkan menggunakan arsitektur strategis.
Hasil penelitian menunjukkan sektor pertanian merupakan sektor basis, nonprospektif, dan mundur. Padi merupakan komoditas basis, prospektif, dan progresif. Indeks pertanian berkelanjutan menunjukkan nilai yang lebih tinggi setelah adanya program pertanian berkelanjutan dibanding sebelumnya. Indeks pertanian berkelanjutan berada pada kategori berkelanjutan. Alternatif strategi untuk meningkatkan pertanian yaitu (1) memperluas lahan pertanian ramah lingkungan; (2) memperluas pemasaran hasil pertanian ramah lingkungan; (3) menjaga stabilitas produksi dan produktivitas padi; (4) pembentukan unit usaha Poktan; (5) mendukung ekonomi kreatif memanfaatkan sektor pertanian; (7) optimalisasi pelatihan dan penyuluhan; dan (6) membentuk koperasi petani.
Pemerintah Kabupaten Ngawi perlu (1) mempertahankan dan meningkatkan produksi, produktivitas, dan daya saing komoditas padi untuk mendukung pertumbuhan produk pertanian lain sehingga sektor pertanian memiliki rasio pertumbuhan yang positif; (2) menguatkan program pertanian berkelanjutan agar setiap indikator masuk dalam kategori berkelanjutan; dan (3) menetapkan target lahan pertanian ramah lingkungan dan penataan rasio petani: Poktan: penyuluh untuk mendukung program/kegiatan lain yang berkaitan dengan peningkatan SDM, kesejahteraan petani, dan daya dukung lingkungan. | |