Kemitraan dan Resiliensi Usaha Ternak Broiler Skala Mikro-Kecil Pola Inti-Plasma
Abstract
Industri broiler berkembang dengan pesat sehingga mencapai swasembada
daging ayam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Industri ini memberikan
ekspektasi positif sehingga menarik bagi perusahaan baru untuk masuk ke
dalamnya, namun ketimpangan akses sumberdaya antar lembaga usaha dan
permasalahan yang terjadi pada industri broiler membuat peternak skala mikro kecil tidak mampu bersaing. Kemitraan didorong agar menjadi solusi bagi
permasalahan yang dihadapi terutama bagi peternak skala mikro-kecil yang dinilai
rentan terhadap berbagai tantangan. Penerapan integrasi vertikal melalui pola
kemitraan diharapkan dapat mendukung resiliensi usaha ternak broiler dalam upaya
penguatan peternak skala kecil, namun penelitian terdahulu menemukan adanya
kondisi eksploitatif yang berdampak negatif pada pendapatan dan kinerja peternak
plasma. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis
profitabilitas usaha ternak broiler plasma skala mikro-kecil pada kemitraan pola
inti-plasma; (2) menganalisis determinan yang memengaruhi profitabilitas usaha
ternak broiler plasma skala mikro-kecil pada kemitraan pola inti-plasma; (3)
menganalisis pengaruh kemitraan pola inti-plasma terhadap kinerja dan resiliensi
usaha ternak broiler plasma skala mikro-kecil.
Penelitian ini dilakukan dengan teknik survei terhadap 51 peternak plasma
responden di Jawa Barat yang ditentukan secara purposive dengan kriteria
responden termasuk dalam kategori usaha mikro-kecil dengan maksimal kapasitas
kandang 50.000 ekor per siklus produksi. Metode analisis profitabilitas dengan
mengukur gross margin dilakukan untuk menggambarkan profit, metode ordinary
least square (OLS) dengan model regresi berganda digunakan untuk menganalisis
determinan yang memengaruhi profitabilitas, sedangkan metode Partial Least
Square Structural Equation Model (PLS-SEM) digunakan untuk menganalisis
pengaruh kemitraan pola inti-plasma terhadap kinerja dan resiliensi usaha ternak
broiler plasma skala mikro-kecil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan tidak selalu memberikan
keuntungan bagi peternak plasma akibat kelalaian dalam pemeliharaan ternak.
Profit yang diperoleh peternak relatif stagnan karena trend pergerakan profit
cenderung diikuti oleh pergerakan biaya sapronak day old chicks (DOC), pakan,
dan obat vaksin kimia (OVK). Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa profitabilitas
peternak plasma dipengaruhi secara positif oleh akses kredit, populasi broiler,
kepemilikan kandang dan lahan, tenaga kerja luar keluarga, dan usia peternak.
Kemitraan dapat dikatakan belum berperan dalam memudahkan akses kredit
peternak plasma. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa kemitraan berpengaruh
positif signifikan terhadap resiliensi dalam hal kemampuan menyangga, adaptif dan
transformatif, namun pengaruhnya dikategorikan sebagai pengaruh kecil menuju
sedang. Kemitraan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja usaha yaitu
index performance dan unit cost dengan kategori pengaruh sedang menuju besar.
Kemitraan dikatakan cukup baik untuk mewujudkan resiliensi dan
meningkatkan kinerja usaha, namun perlu didorong pelaksanaannya dengan
menerapkan prinsip kemitraan. Stimulasi peningkatan profitabilitas dapat didorong
dengan fasilitasi kemudahan akses kredit melalui skema pembiayaan yang
melibatkan peran kemitraan. Pengawasan pelaksanaan kemitraan oleh lembaga
pemerintah yang berwenang, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,
perlu dilakukan lebih intensif dan nyata agar kemitraan dapat berjalan dengan
memegang prinsip-prinsip kemitraan serta mewujudkan resiliensi bagi usaha ternak
broiler skala mikro-kecil. Dengan terwujudnya resiliensi usaha ternak skala mikro-kecil, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan membangun ketahanan
pangan.
Collections
- MT - Economic and Management [3211]
