Show simple item record

dc.contributor.advisorPriawandiputra, Windra
dc.contributor.advisorAtmowidi, Tri
dc.contributor.authorMaulidia, Syifa
dc.date.accessioned2025-01-23T08:49:40Z
dc.date.available2025-01-23T08:49:40Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160961
dc.description.abstractOphiuroidea atau bintang mengular adalah kelas dalam filum Echinodermata yang terdiri atas dua ordo utama, yaitu Ophiurida (brittle stars) dan Euryalida (basket stars), dengan 16 famili dan 276 genus yang teridentifikasi. Ophiuroidea merupakan biota bentik yang hidup di dasar laut, sering bersembunyi di lumpur, celah batu, atau karang. Karakteristik Ophiuroidea yaitu memiliki tubuh simetri radial pentamerous dengan lima lengan fleksibel, bergerak dengan sistem ambulakral dan kerangka internal dari kalsium karbonat. Ophiuroidea memiliki kelamin terpisah, fertilisasi eksternal, dan dapat meregenerasi lengan. Beberapa spesies berfungsi sebagai pemakan suspensi, predator, atau pemakan bangkai, serta berperan dalam ekosistem terumbu karang. Zona intertidal, wilayah pesisir antara pasang tertinggi dan surut terendah, memiliki kondisi lingkungan yang sangat dinamis yang memengaruhi keanekaragaman spesies. Ophiuroidea hidup di substrat seperti pasir, lumpur, lamun, dan karang, yang menyediakan habitat dan makanan. Penelitian dilakukan di tiga lokasi pesisir selatan Jawa Barat, yaitu pantai Ujung Genteng, pantai Sancang, dan pantai Pangandaran. Pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadrat. Keanekaragaman spesies dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener (H') dan kemerataan (E), serta analisis komposisi spesies menggunakan NMDS dan ANOSIM. Hasil penelitian menemukan 1.170 individu dari 6 famili Ophiuroidea dengan 12 spesies. Spesies dominan adalah Ophiocoma scolopendrina dan O. erinaceus yang ditemukan di substrat lamun dan karang. Indeks keanekaragaman menunjukkan keanekaragaman sedang (H’=1,1), dengan nilai tertinggi Pantai Pangandaran (H’=1,4). Analisis ANOSIM menunjukkan perbedaan signifikan antar lokasi. Faktor abiotik seperti suhu (28–30°C di pagi dan sore, puncak 39°C siang) dan salinitas (33 ppt) mempengaruhi distribusi Ophiuroidea di wilayah ini.
dc.description.sponsorshipBeasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerbandingan Keanekaragaman dan Komposisi Spesies Ophiuroidea di Zona Intertidal Pantai Selatan Jawa Baratid
dc.title.alternativeComparison of Diversity and Species Composition of Ophiuroidea in the Intertidal Zone of the Southern Coast of West Java
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkeanekaragamanid
dc.subject.keywordkomposisiid
dc.subject.keywordOphiuroideaid
dc.subject.keywordsubstratid
dc.subject.keywordtransek-kuadranid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record