Show simple item record

dc.contributor.advisorMulatsih, Sri
dc.contributor.advisorGunawan, Asep
dc.contributor.authorGustia, Efani
dc.date.accessioned2025-01-14T12:43:18Z
dc.date.available2025-01-14T12:43:18Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160707
dc.description.abstractKabupaten Banjarnegara, salah satu wilayah di Provinsi Jawa Tengah, didominasi oleh perdesaan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Banjarnegara sebesar Rp 3.773.323 masih jauh di bawah rata-rata PDRB per kapita Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 6.706.874. Tingkat kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara juga relatif tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Sebagian besar masyarakat Banjarnegara menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB daerah. Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi peternakan domba batur yang telah diakui sebagai sumber daya genetik ternak lokal unggul Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wilayah pengembangan ternak domba di Kabupaten Banjarnegara. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari Statistik Peternakan tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Selain data sekunder penelitian ini juga menggunakan data primer berupa kuisioner dan wawancara dengan responden peternak, akademisi dan personal Dinas Peternakan Kabupaten Banjarnegara. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis wilayah basis usaha ternak domba di Kabupaten Banjarnegara; (2) Menganalisis karakteristik penyebaran dan spesialisasi usaha ternak domba di Kabupaten Banjarnegara; (3) Merumuskan strategi pembangunan berbasis ternak domba di Kabupaten Banjarnegara secara berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan digunakan analisis Location Quotient (LQ), Indeks Lokalisasi (LI), dan Indeks Spesialisasi (SI) untuk mengidentifikasi wilayah potensial dalam pengembangan ternak domba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah basis untuk peternakan domba di Kabupaten Banjarnegara meliputi Kecamatan Karangkobar, Pejawaran, Batur, dan Wanayasa. Tidak ada kecamatan yang secara khusus mengkhususkan diri pada peternakan domba. Analisis Quantitative Strategic Planning M atrix (QSPM) mengidentifikasi tiga strategi utama pengembangan wilayah yang berfokus pada peternakan domba, yaitu peningkatan kualitas domba, peningkatan keterampilan, dan kapasitas peternakan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa wilayah basis untuk peternakan domba di Kabupaten Banjarnegara adalah Kecamatan Karangkobar, Pejawaran, Batur, dan Wanayasa. Penyebaran dan spesialisasi usaha ternak domba menunjukan bahwa tidak ada kecamatan yang khusus berspesialisasi pada ternak domba, jenis ternak yang dipelihara cukup beragam. Strategi pengembangan yang tepat untuk mengoptimalkan potensi ternak domba di Kabupaten Banjarnegara meliputi peningkatan produktivitas ternak domba, pengembangan keterampilan dan kapasitas peternak, integrasi dengan sektor pertanian lainnya, serta peningkatan dukungan infrastruktur dan penerapan teknologi modern.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengembangan Ternak Domba untuk Pembangunan Daerah di Kabupaten Banjarnegaraid
dc.title.alternativeSheep Develompment Strategy for Regional Development in Banjarnegara Regency
dc.typeTesis
dc.subject.keyworddombaid
dc.subject.keywordKabupaten Banjarnegaraid
dc.subject.keywordlocation quotientid
dc.subject.keywordwilayah basisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record